#sakithati

Luka dan Kecewa


Luka

Innalillahi… ba’da ashar tadi tanpa sengaja dan tanpa sadar saya jalan menabrak pintu masjid yang pintunya adalah full kaca. Kaca tersebut pecah, saya pun mendapat luka di pergelangan tangan kanan dan lutut sebelah kiri. Entah bagaimana bisa pecah, yang pasti saya jalan pelan, tapi mungkin saya ngelamun atau meleng hingga nabrak, dan anehnya kacanya pecah. Padahal biasanya kalau ada anak-anak kecil di masjid, mereka sering menggedor-gedor kaca dan aman-aman saja. Mungkin qodarullah nya seperti itu, kacanya pecah saat saya tabrak.

Sesaat saat jedug dan praang!!! Yang saya pikirkan ada 2, pertama harus ganti kaca dan kedua wajah saya rusak nih. Waktu itu saya merem dan mengaduh. Khawatir ada serpihan kaca di muka, karena muka saya sakit, terutama bagian hidung. Alhamdulillah ternyata cuma sudut atas bibir yang berdarah sedikit. Lalu pergelangan berdarah hebat, karena kena pembuluh, saat sampai dokter ternyata bengkak juga, luka terakhir di lutut yang cukup dalam sobekannya. Ya, akhirnya di jahit dan diberi obat anti nyeri dan obat radang (bengkkak). Obatnya manjur dan bisa tidur nyenyak, ternyata luka fisik itu gak akan sebanding dengan luka hati ya.

Kecewa

Bener kok, luka hati itu susah hilangnya. Gak ada obat anti sakit hati, hehehe.. Sebenernya bukan sakit hati sih, tapi kecewa (ngeles). Saya sudah timbul gejala ini sudah 2 minggu lalu, tapi kok masih terasa. Awal mulanya dari sebuah program yang saya ajukan ke kemenristekdikti. Saat atasan saya minta ikut, saya sampaikan ide. Lalu atasan meminta ide itu dibagi menjadi 3 topik dan dicarilah 2 orang lagi untuk membimbing.

Oke saya coba koordinir untuk pembuatan proposal dengan mahasiswa, termasuk perintilan persyaratan yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Ndilalah-nya, dan inilah sebenernya qodarullah juga sih, yang lolos adalah 2 orang itu. Sementara saya gagal. Kecewa? pasti. Sudah mencoba untuk berpikiran positif, menerima lapang dada. Tapi, kalau tiba-tiba ingit pasti nyelekit. Hehehe.. itu mah sayanya belum lapang hatinya menerima ya. Ya sudah,, bener ternyata kata Meggy Z.. lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati ini.. aku rela. Lha ya pasti rela atuh Bang Meggy, sakit gigi mah bisa diobati, sakit hati mah susah. Hehe..

 

Iklan