Satu tahun terakhir

Amaliah, 18 September 2016

Satu tahun  semenjak postingan terakhir. Gue pikir,, gak akan pernah bisa lagi posting sebuah tulisan ke blog ini. Entah gue sekarang sudah hidup normal di dunia nyata atau sebenarnya terjebak di dunia nyata?/

Satu tahun terakhir.

Gue sangat bahagia dikaruniakan pasangan hidup. Kami menjalaninya dengan baik. Gue seorang karyawan swasta, istri seorang asisten dosen di kampusnya dan giat mengajar bimbel. Beberapa tetangga berasumsi, rumput kami hijau. Tapi, sebenarnya kami perlu masih banyak disiram, dipupuk dan diawasi dari hama-hama.

Sesuatu yang kami rasakan kehilangan adalah waktu. Gue hidup lebih banyak di jalan dan di tempat kerja, sementara rumah hanya sebatas tempat tidur. Tak jarang, istri mengajar di kelas karyawan yang notabene kuliahnya malam. Maka, kami sama-sama lelah. Hingga kehadiran buah hati pun cukup sering ditanyakan orang tua dan mertua meski hanya sekedar gurauan.

Maka, kami pun mencoba untuk menata kembali. Istri saya berniat untuk mundur dari kampus, meski harus merelakan rencana untuk melanjutkan studinya tertunda. Sementara gue berniat resign dan mengabdi di kampus. Pikiran gue saat itu, dari segi waktu akan lebih fleksibel, ilmu yang pernah gue dapat bisa diajarkan kepada orang, dan kesempatan untuk melanjutkan studi pun lebih besar.

Ternyata tidak mudah mencari kampus yang cocok, karena saat itu gue masih terbentur dengan salary yang jauh lebih rendah dari yang sudah gue dapatkan sekarang beserta fasilitasnya. Meskipun sebenarnya keberkahan dari pengahasilan itulah yang penting, tapi sebagai manusia dan juga kepala rumah tangga iman gue cukup lemah.

Alhamdulillah, di usia pernikah ke 7 bulan istri dinyatakan positif hamil. Meskipun demikian, dia tidak mengurungkan niatnya untuk menyelesaikan pengabdiannya di kampus. Hingga di bulan pertama di tahun 2016, dia mulai mengabdikan dirinya di rumah.  Dia yang duluan resign, 4 bulan kemudian gue menyusul resign, tentu setelah mendapat pekerjaan baru. Sekarang malah gue yang balik ke kampus.

Tentu pilihan berat bagi gue meninggalkan kerjaan di sana, 3 bulan lagi istri lahiran. Yang tadinya perusahaan mengcover biaya lahiran, sekarang gue yang harus menyiapkan. Banyak teman yang menyarankan resign setelah istri lahiran. Gue ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman 1 departemen beserta bos gue yang support saat harus ikut tes ini itu di kampus.

Saat ini (180916) anak gue sudah berumur 26 hari. Namanya Amsyar Ataullah.

Alhamdulillah… tak henti-hentinya pujian dan rasa syukur yang harus gue panjatkan kepada Nya. Di balik perjalanan kehamilan istri yang sempat dinyatakan plasenta previa dan posisi sungsang, akhirnya bisa lahiran dengan normal. Alhamdulillah.

Saat ini, gue menikmati masa-masa kembali ke kampus. Suatu hal yang perlu gue syukuri berlipat-lipat, karena melalui kehendaknya gue bekerja di sini, tidak hanya bekerja. Gue mendapatkan kesempatan untuk kuliah kembali di tahun yang sama. Alhamdulillah.

Waktu gue bersama dengan keluarga jadi lebih banyak, dan sejujurnya setelah mempunyai anak gue jadi selalu bersemangat untuk segera pulang jika kerjaan sudah selesai. Dan… gue juga berharap gue bisa meneruskan menulis lagi di sini.

2 thoughts on “Satu tahun terakhir

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s