Menambah Uang Jajan

Diantara gedung PAU dan LSI IPB, sekitar 1.5 tahun lalu. Melewati selasar PAU dan menyebrangi jalan saya temukan seorang anak usia SD, wajahnya sudah tak tergambar dalam otak saya, lupa.

Ia menghampiri dan bertanya:

“ Aa.. masjid Alhur dimana?” suaranya bening.

“ Oh, lurus terus.. tar belok kiri” ujarku.

“Mau cari botol bekas, dari tadi belum dapat. Buat uang jajan”

Jujur. Saya terenyuh, setidaknya anak tadi tidak sekedar meminta uang jajan sama orang tuanya, tapi mencarinya sendiri meski dengan mengumpulan botol bekas air mineral.

Saya bukan anak keluarga berada, tapi alhamdulillah masih diberikan kecukupan, ya namanya keluarga berkecukupan, artinya ya “cukup” tidak bisa lebih seperti orang lain, tapi itulah semua mesti disyukuri.

Mengenai mencari uang tambahan jajan, beberapa teman saya ada yang cukup kreatif dengan mengumpulkan paku menggunakan magnet dan dijual ke tempat rongsok, membuat layangan terus dijual ke teman sepermainan bahkan berjualan es.

Baik motifnya sekedar mendapat tambahan uang jajan sambil main atau membantu perekonomian keluarga tentunya beberapa teman masa kecil saya ini setidaknya sudah terbiasa mandiri.

Iklan

3 comments

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s