IPK (Indeks Prestasi Kok galau)



IPK 4,0

WOW,, tentu saja ini angka sempurna. Di kelas saya ada 1 orang yang konsisten mendapat angka 4 di tiap semester, Mbak SF, yang mengantarkannya untuk terpilih mewakili Departemen kami bersama 1 orang lainnya untuk program winter course di Jepang. Ada yang perlu diteladani dari Mbak SF, emak 2 anak ini adalah satu-satunya yang sudah berkeluarga di kelas saya, sementara yang lainnya masih single dengan range umur 24 – 28. Luar biasa, pembagian waktu yang efektif sementara jadi istri, dan ibu bagi Sabrina dan Syifana yang masih kecil. Lain cerita dengan kawan karib saya, kawan 1 lingkaran, Mas TA, semester ini harapan IPK 4 telah pupus karena terkotori 1 nilai yang dapat AB. Hingga Mas TA pun menggalau dan kecewa pada dirinya sendiri.  Apa karena Mas TA gaulnya sama saya ya? jadi ketularan sering maen. Maaf ya Mas..  😥

Itulah si sempurna yang saya kenal, sepertinya masih ada yang lainnya. Nah, bagaimana dengan yang lain? Umumnya di kelas saya nilainya baik, semua di atas 3. Dalam kondisi aman, sebab di kampus IPK minimal adalah 3. Tapi, itulah kadang kita kurang bersyukur. Masih ada rasa tidak puas dengan nilai yang di dapat. Padahal mungkin hanya usaha kita yang tidak maksimal. Itu terjadi pada saya, semester ini saya pun mengalami degradasi nilai, dapat B satu. AB 2, dan A 1. Sehingga IPK sebelumnya tentu saja menurun. Hal itu membuat saya galau, begitupun teman kelas saya yang lain, yang rata-rata semester ini turun nilainya, meki tidak terlalu signifikan. Kenapa saya bilang kita kurang bersyukur? Sebab masih ada teman-teman lain, di departemen lain yang nilainya jauh dari aman (dibawah 3) sehingga mereka harus “terpaksa mengundurkan diri”.

Sementara itu, kita yang IPK nya sudah mencapai diatas 3, bahkan diatas 3.5 masih menggalau karena ketidakpuasan pada nilai yang diberikan dosen. Padahal siapa tahu memang belajar kurang maksimal ataupun memang cara Tuhan untuk membuat kita tidak sombong. Siapa tahu kan kalo IPK saya 4, malah membuat saya jadi sombong,, besar kepala.. terus meremehkan teman yang lain? Yasudahlah, nikmati saja libur semester ini. Meskipun harus mengerjakan penelitian. Semangat memperbaiki diri!!!

16 thoughts on “IPK (Indeks Prestasi Kok galau)

  1. Setelah aku selesai kuliah dan mulai melamar pekerjaan di bidang studiku (perbankan), tidak pernah satu tahap pun dalam rekruitmen (biasanya 5 – 8 tahap tes) ditanya soal IPK. Yang ada hanya tentang organisasi.

    Katanya sih IPK berpengaruh hanya pada seleksi berkas (tahap 1), itupun gak signifikan.

    Gak tau juga sih. Hehehehe!

    Tertanda,
    Mantan Mahasiswa IPK Di Bawah Rata-Rata

    1. Wah,, makasih banyak share dan pencerahannya mas Fauzan.. sangat bermanfaat, berarti selain prestasi, soft skill ternyata jauh dibutuhkan ya?

  2. Tentang IPK tinggi bisa jadi relatif, kalo nanti kerjanya di libang dan konsultan oke-lah, tapi kalau sudah ke bidang yang lain, leadership & ready to learning other vision is must !!, dan mesti punya Iman,Pribadi, Karakter yang unggul. btw nilai IPK 3,5 sudah bagus kang 🙂

    1. Leres pisan Mas Budi (udah terbiasa bilang Mas Budi,hehhe) hatur nuhun wejanganna.. “Iman, Pribadi dan karakter yang Unggul” 🙂

  3. sbener na IPK gak berpengaruh untuk menentukan sukses atau tidak, tapi adalah skill dan kemampuan. tapi IPK juga penting untuk syarat melamar syarat awal pekerjaan saja. IPK q ja di bawah 3,25. pdahal skarang bnyak lowongan perusahaan yg mencantumkan syarat IPK rata2 3,25.

  4. sbener na IPK gak berpengaruh untuk menentukan sukses atau tidak, tapi adalah skill dan kemampuan. tapi IPK juga penting untuk syarat melamar syarat awal pekerjaan saja. IPK q ja di bawah 3,25. pdahal skarang bnyak lowongan perusahaan besar n terkenal yg mencantumkan syarat IPK rata2 3,25.

  5. sbener na IPK gak berpengaruh untuk menentukan sukses atau tidak, tapi adalah skill dan kemampuan. tapi IPK juga penting untuk syarat melamar syarat awal pekerjaan saja. IPK q ja di bawah 3,25. pdahal skarang bnyak lowongan perusahaan besar n terkenal yg mencantumkan syarat IPK rata2 min. 3,25.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s