Episode 2 : Setulus Harapan [fiksi]

(untuk Episode 1 dapat dilihat di sini)

Sekalipun harapan tulus telah terpatri..

Namun keyakinan masih berserak, berupaya tuk merangkai jadi satu..

Dan ternyata tangan2 Illahi telah mendahului..

Sebagai bukti bahwa harapan itu telah digenggamNya dan menunggu waktu.. 

 —————————————————————————————————————————————–

Keheningan telah menyelimuti malam, dan hawa sejuk mulai merasuk hingga ke sendi-sendi tulangku. Aku masih terpaku di hamparan sejadah, berupaya melepaskan kepenatan dan segala hiruk pikuk dunia. Hanya terdengar suara detak jam dinding, selebihnya tenang… lapang.. hening…

Perlahan satu persatu ingatan mulai melintas, bahkan tak terarah. Seolah beradu dalam sebuah pertunjukan untuk bisa tampil menjadi pusat perhatian. Kisah masa lalu yang tak mungkin ku hapus, tetapi di sanalah terletak manisnya ibadah, antara khauf dan raja’, antara cemas dan harap. Meskipun aku berusaha mengumpulkan keberanian untuk memiliki “setitik harapan” tapi setitik itu adalah nikmat. Nikmat yang membuatku dapat berharap meskipun bercampur malu di hadapanNya.

***

Tanpa terasa air mata menetes hangat di pipiku, bukan karena luka tapi karena haru bahagia. Ya, jujur atau tidak, hal terakhir yang kutulis adalah menikah dengan seorang wanita sholehah.  Pertemuan dengan wanita itu tadi malam masih membuatku takjub. Takjub bahwa Tuhan ternyata telah mendahului doa-doaku, bahkan di saat keyakinanku belum utuh.

Apa kalian pernah bertemu sebelumnya..?” ucap Pak Narikun yang memandangi kami satu persatu keheranan.

Sementara kami masih bergeming, sesekali berusaha menengadahkan kepala namun kembali tertunduk malu.

Pak Narikun kembali mengisahkan singkat latar belakang wanita ini. Usia yang terlalu muda untuk dapat ujian berat dari Tuhan.

Tanpa terasa semakin lama hatiku semakin berdegup kencang, seolah-olah jantungku mau melompat keluar.  Mata yang sama. Senyum yang sama. Namun di dunia dan waktu yang berbeda. Sepuluh tahun Tuhan memisahkan kami, kemudian menguji kami dengan ujian yang sama dan kini Tuhan kembali mempertemukan kami kembali. Allohu akbar!!!!

(290113-XX)

Iklan

11 thoughts on “Episode 2 : Setulus Harapan [fiksi]

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s