Dosen Amrik : Diagnosis Virus Tanaman

Siang ini ada hajatan lumayan lah di departemen PTN, khususnya mayor fitopatologi sebab ada dosen tamu dari Washington State University mengadakan kuliah umum, dilanjut seminar dan lab demonstration besok jum’at.

Awalnya saya kira kalo dari Amrik, karena asal kampusnya Washington State University yang ngajar pasti bule berkulit putih, bermata biru dan berambut pirang. Tapi rupanya Doktor satu ini (mungkin) warga amrik keturunan india atau pakistan atau sekitar asia selatan lah.

Well,  bukan ras yang akan saya bahas, tapi kesan pesan dan ilmu yang didapat tadi siang.

Kuliah umum dengan tajuk “Current Techniques Identification of Plant Disease Diagnostic” sebenarnya sudah dikabarkan jauh-jauh hari oleh dosen saya. Dan,, saya adalah orang yang sangat interest dengan acara tersebut.

Pertama, dosennya dari luar negeri, gayalah yaa…hehe

Kedua, memang tertarik sama  virus yang diajarkan di matkul fitopatologi (itu baru sebagian, kalau mau memperdalam banget harus ambil matakuliah Virologi (ilmu yg mempelajari virus)).

Ketiga, saya bingung. Setelah saya mengaku pada ketua mayor dan dosen mau meneliti cendawan sebagai bahan tesis, sekarang malah melirik yang lain sebagai bahan penelitian, virus sama bakteri.. sampai saat ini masih galau.

Kembali ke kuliah umum. >>

Siang tadi kami mendapatkan ilmu mengenai Diagnosis of Plant Viruses.. wow,.. kuping saya hanya mampu menangkap beberapa informasi atau penerangan dosen tamu dalam bahasa inggris..

setengah jam pertama, masih okeh.. semangat mendengar ceramah dan meringkas ulasan dosen.. masih ngerti..

setengah jam kedua, mulai kabur pendengarannya,hehe… selain pake bahasa inggris yang kuping kita gak terlatih sama bahasa itu ditambah ruangan yang remang-remang hanya cahaya proyektor jadi suasana menyebabkan kantuk.. tapi masih bisa ngerti. dikit-dikit,hehe

setengah jam ketiga, jujur mulai agak bingung dengan penjelasa tahapan immunoassay baik yang serologi maupun yang moleculer.. hanya bisa melihat gambar dan teringat penjelasan dikuliah fitopatologi tentang diagnosis virus.

sesi tanya jawab. Mulai mata ni melotot lagi,, lampunya dinyalain jadi terang banget,hehehe… silau… Tapi luar biasa melihat animo teman2 saya yang semangat bertanya dalam bahasa inggris,, dosen tamunya sabar mendengar pertanyaan yang mungkin dibenaknya beliau bialng, ni maksudnya apa toh.. Tapi alhamdulillah diskusi lancar..

Secara Garis Besar… ringkasan singkat dari kuliah umum tadi adalah bahwa, tahapan dalam mendiagnosis virus tanaman adalah sebagai berikut:

1. Bioassay / uji biologi, melalui

a. Uji penularan (mekanis, penyambungan, vektor)

b. Uji kisaran inang

c. Uji pada tanaman indikator

2.  Diagnosis morfologi dengan menggunakan mikroskop elektron

3. Immunoassay / uji serologi dengan  ELISA (Enzyme-linked Immunosorbent Assay)

4. Deteksi Molekuler dengan PCR (Polymerase Chain Reaction)

Iklan

35 comments

    1. Iya mas.. dapet banget ilmunya meski agak sepotong-sepotong,, pake bahasa inggris sih,hehe.. jadi nyernanya 2 kali lipat.. di otak harus translete-in dulu

    1. Uji tanaman indikator itu salah 1 metode deteksi virus tanaman, maksudnya uji yang digunakan untuk menginokulasi virus secara mekanis ke tanaman.. nah menularkannya itu harus ke tanaman rentan, biasanya pake tanaman Chenopodium amaranticolor.. jadi kan nanti gejala penyakitnya keluar tuh, misal daun jadi mozaik, atau stunting atau wilting… nanti dibandingin sama sama tanaman sakit sebelumnya.. kalau gejala penyakitnya sama berarti virus yang menyerang sama.. Tahap ini kayaknya sih mengacu pada pedoman Koch (POstulat koch’s: jadi kalau patogen dipenyakit tanaman itu harus melewati 4 pedoman : asosiasi – isolasi – inokulasi – reisolasi)
      baru dilakukan tahap uji lainnya.. kaya serologi atau moleculer

  1. cuma mengabarkan bahwa saya udah pindah ke rumah baru mas bro… 🙂

    Sekalian link saya diganti ya menjadi disave,,link mas bro juga udah saya pasang 🙂

    Ditunggu kunjungan dan komentarnya 🙂

    1. Kemungkinan ada Masdab.. soalnya penularan virus selain secara mekanis dan oleh vektor serangga tapi juga dapat ditularkan oleh nematoda dan fungi.. biasanya juga ada patogen primer sama patogen sekunder… misalnya pada penyakit Busuk Lunak pada kubis.. umumnya orang tahu penyebabnya adalah bakteri Erwinia Carotovora.. tapi sebenarnya bakteri Erwinia itu penyebab lunak saja, busuknya mah sama bakteri lain (patogen sekunder).. nah pada virus juga dapat terjadi demikian.. bersamaan dengan virus lainnya

  2. blognya keren Mas, saya juga tertarik virologi, mohon nulis lbh baxk lg ya Mas mngenai fitopatologi spya bsa jd referensi dan inspirasi. ckckckck

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s