Sejarah dan Struktur FUNGI

Fungi merupakan organisme eukariota (inti sejati yang dikeliling oleh membran), hetero trofik (tidak membuat makanan sendiri dan sumber karbon dari bahan organik), mendapatkan nutrisi atau makan dari hasil absorbsi dinding sel, reproduksi menghasilkan spora baik melalui aseksual (anamorph/mitosporik) maupun seksual (teleopmorph), serta produk simpanan dalam bentuk glikogen.

Sejarah

a. Linneus memasukan Fungi ke dalam kingdom plantae, sehingga hanya ada 2 kingdom yaitu Animalia dan Plantae

b. whittaker membagi kedalam 3 kingdom, dimana fungi menjadi kingdom tersendiri selain animalia dan plantae

c. Klasifikasi modern membagi kedalam 7 kingdom yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Chromista, Protista, Eubacteria, Archaebacteria

Struktur Fungi

Struktur fungi berupa thallus yang terdiri dari hifa yang merupakan struktur vegetatif fungi yang berbentuk tabung menyerupai untaian panjang hasil perpanjangan dari pertumbuhan spora. Hifa menurut jenisnya di bagi menjadi dua yaitu hifa fertil (untuk reproduksi) dan hifa vegetatif (untuk pertumbuhan), sedangkan menurut sekatnya, hifa dibedakan menjadi hifa koenositik yaitu hifa tanpa sekat, dicirikan dengan inti yang banyak, dan hifa monositik yaitu hifa yang mempuyai sekat sehingga 1 sel mempunyai 1 inti. Sekat yang membagi hifa menjadi kompartemen-kompartemen disebut septum.

Septum dibagi menjadi dua, yaitu

a. Simple Septum

Terdapat pada filum ascomycota, septum mempunyai 1 pori atau lubang dan mempunyai worronin bodies dengan bentuk bulat atau hexagonal. Apabila hifa telah tua worronin bodies tersebut akan menyumbat pori septum sehingga isi sel tidak keluar.

b. Septum dolipor

Terdapat pada filum Basidiomycota, pada septum jenis ini pori septum mengalami pembengkakan berupa cincin besar yang menonjol dan membentuk tudung tebal yang menutupi pori.

Kumpulan hifa yang membentuk jala disebut miselium yang terdiri dari dinding sel yang berisi sitoplasma dan organel.

Dinding Sel

Kompenen penyusun dinding sel :

1. Komponen struktural :

a. Mikrofibril Kitin, ikatan ß(1-4) pilomer – N – acetylglucosamine

b. Kitosan pada filum zygomicota, ikatan  ß(1-4) polimergluco samine

 2. Komponen mirip jel

Berupa manoprotein yang terdapat pada seluruh dinding sel

3. Komponen lain

a. Glucan antigenik dan aglutinan yang melekat dipermukaan dinding sel

b. Pigmen yang berfungsi untuk resistensi terhadap lisis dan ezim, kekuatan dinding sel, melindunging UV matahari, radiasi

Nukleus

Umumnya fungi mempunyai nukleus haploid dimana membaran inti selalu ada melekat pada saat pembelahan. Organel lainnya berupa mitokondria, badan golgi, ribosom, RE, vacuola, lipid bodies.

Sumber :

Agrios. 2005. Plant Pathology 5th Edition. Elesevier Academic Press, USA.

Gambar :

http://www.emc.maricopa.edu/faculty/farabee/biobk/biobookdiversity_3.html

 http://www.uoguelph.ca/~gbarron/MISCELLANEOUS/hyphae.htm

http://rydberg.biology.colostate.edu/Phytoremediation/2004/Matt%20website/Documents/Structure.htm)

Iklan

8 comments

  1. Well I love the blog but it took awhile to find it. Have you heard about SEOPressor? You should have a look at The SeoPressor plugin It eliminates all your content and on site SEO difficulties. It’s astonishingly easy to use and you will start seeing real visitors in less than a week!

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s