BAGIAN 1 : Accident

Sisa hujan ikut membasahi hatiku dalam temaram lampu kota yang menambah beku suasana malam Darmaga.

13 jam lalu,, awan yang menggumpal hitam dalam bingkai langit pagi memaksa aku menarik gas kencang dan memburu waktu. Antara ingin segera sampai, menghindari hujan dan janji bertemu dengan teman. Pagi itu aku memacu motorku lebih dari biasanya.

Sesampainya gerbang kampus, hujan tiba-tiba turun deras.

“Sudahlah tanggung” pikirku saat ingin berhenti dan mengenakan jas hujan. Dan, kecepatanpun ditambah.

“BRRAAKK”

Kemudian terasa ngilu yang luar biasa di kepalaku.. aliran air hujan seketika menjadi memerah dengan bau amis merebak.

Gambar : http://sepatuusang.wordpress.com/2010/11/27/darah/

***

Saat berusaha membuka mata, kepalaku masih berat, ngilu, sakit, dan penglihatan yang berkunang-kunang. Dalam kondisi seperti ini, aku hanya mampu menangkap bayang wanita dengan gamis panjang.

“Dok, bagaimana kondisi mas tadi?” suaranya tercekat.

“Untunglah luka di kepalanya tidak fatal, hanya perlu beberapa jahitan dan perawatan saja”

Sambil terpejam hatiku bersyukur tidak terjadi sesuatu pada tubuhku, kecuali kepala yang sakit dan sepertinya beberapa luka ringan di tangan dan kaki. Kali ini, suara itu mendekat.. merdu, lembut dan bergetar.. Aku suka mendengarnya.

***

Hari itu, saya ada agenda pekanan di masjid kampus. Karena hari itu hari sabtu dan masih pagi, kampus masih sepi dan cuaca mendung. Mungkin orang malas untuk datang ke kampus atau mungkin sedang berlindung di balik selimut dengan cuaca mendukung untuk bermalasan di ranjang.

Dengan payung hitam di tengah hujan yang merinai,saya mendekap sebundel proposal kegiatan dan mussaf kecil yang rapi tersimpan rapi dalam tas yang melindungi jilbab saya yang mulai basah karena hujan yang semakin deras. Saat hendak menyebrang ke arah masjid kampus ada anak kucing yang mengeong di tengah jalan. Sebagai penyayang binatang dan mahasiswi kedokteran hewan tentu saja saya bermaksud mengambil anak kucing terlantar itu, namun sesaat setelah saya rangkul kucing itu, di arah berlawanan suara deru motor melaju kencang dan kejadian itu begitu cepat terjadi.

***

Kartu ke – 7

Mas.. bagaimana kabarnya.. semoga tambah membaik kondisinya.

Aku membolak-balik kartu berwarna hijau muda, dari tulisannya yang halus dalam menggoreskan tinta ke kertas dan gaya rangkaian aksara sambung yang indah meninggalkan kesan mendalam di hatiku. Aku selalu membayangkan bahwa ia adalah wanita yang tidak jauh dari gaya tulisannya, indah.. lembut.. dan ayu..

Aku menyelipkan kartu ketujuh ini disebuah buku agenda yang telah terselip enam kartu lainnya. Aku menutup buku agenda dengan senyum yang tersimpul. Siapakah perempuan bergamis itu??

***

Dua hari yang lalu, saya kembali titipkan sehelai kartu pada cleaning service yang biasa membersihkan kamarnya. Saat saya kembali ke sana kemarin, dia ternyata sudah pulang. Semoga memang ia segera sembuh.

“Teh, jadi berangkat gak nih??”

Kemunculan Anita membuat lamunan saya buyar, untunglah masih bisa disembunyikan expresi bengong saya.

“Sebentar, De” Saya segera merapihkan jilbab kemudian meraih tas dan segera bangkit ke luar kamar.

Saya dan nita menerobos kepadatan Bateng1 langkah kami panjang-panjang. Memburu waktu. Di saat yang sama saya berdo’a semoga bisa menemukannya di kampus. Sayang saya tak sempat tahu namanya. Mas yang itu..

(BERSAMBUNG)

Keterangan :

1 Bateng (Babakan Tengah).. salah satu kawasan di sekitar kampus IPB.

Tentang Tulisan Ini :

  1. Sebenarnya mau bikin cerpen yang 1 kali baca langsung selesai, tapi tiba-tiba sumur ide saya kering.. jadilah bersambung. Siapa tahu kan kayak cerbungnya Amel, hehee…
  2. Saya buat 2 tokoh utama yang memakai gaya cerita orang pertama,, si Aku (cowok, tapi belum dikasih nama, belum nemu yang cocok) sama si Saya (cewek, bingung jg belum dapat nama)
  3. Insya Allah, Bagian 2 segera terbit 😀

3 thoughts on “BAGIAN 1 : Accident

  1. wah saya sebenarnya juga pengen buat series gara2 mbak Amel, heheh.. Oke nanti segera saya susul seriesnya. Mungkin agak beda dengan punya mas dan mbak Amel. Saya mau buat Fiksi dengan balutan budaya Jawa. hehe..

    Saya belum nangkap mau dibawa kemana cerita ini. Dugaan saya sih misi si cowok buat menemukan penolong. Hehe..

    Salam saya..

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s