Saya bukan anda, sebab saya spesial

Dulu saya suka uring-uringan, merasa di bawah bayangan orang lain. Bukan iri, tapi lebih pada kok saya gak bisa seperti dia ya, halah sama wae atuh eta mah Van!!

sumber gambar : http://nebulasblogger.blogspot.com/

Pernah suatu ketika chat (sekitar awal tahun 2011 kayaknya).. terus cerita..

saya : Kok aku ngerasa di bawah bayangan orang ya

teman : maksudnya?

saya : dari 6 orang temen kost, 3 orang presiden BEM, 1 Ketua UKM, 1 ketua daerah, lah saya mentok di Kepala Departemen, 3 diantaranya langsung S2, keahlian spesifik di bidang masing-masing, khususnya politik, dunia training, lolos PIMNAS juga..

teman : lalu keahlian kamu apa?

saya : (bingung).. kata temen-temen sih aku pinter ngomong, bagus jd MC dan gaya siarannya bagus,, paling aku jg suka nulis.

teman : sudah aku duga

saya : kenapa?

teman : kamu menganggap prestasi orang lebih wah,, lebih hebat,, sementara prestasi kamu tertutupi dari rasa wah kamu itu.

Dia keburu OFF sebelum saya protes.

Baru sekarang saya merasakan hikmah chating saya dulu.. mungkin dulu lingkungan saya memang orang-orang yang kelas elite, makanya saya ngerasa paling bontot dari segi prestasi.

Tapi ternyata setelah kesini-kesini ternyata ada juga lho yang menganggap saya juga hebat dalam bidang tertentu. Sebentar. Bukan masalah gue lebih hebat dari elo atau gue harus bisa lebih hebat dari orang itu. Bukan itu masalahnya…

Masalahnya kita terlalu fokus sama kesuksesan dan kehebatan orang lain. Padahal, kita sendiri bisa jauh lebih hebat asal kita menyadari bahwa kita adalah spesial. Menjadi diri sendiri, mengembangkan bakat kita sendiri ternyata jauh lebih asyik, lebih ringan, bisa lebih hebat.

Ketika saya disuruh untuk berorasi seperti pengurus BEM mungkin akan berbeda ‘nilainya’ jika saya disuruh siaran. Sebagus2nya saya orasi dengan nyontek gaya temen saya yang presiden BEM kayaknya saya lebih enjoy, lebih ringan, lebih ‘merasuk’ ketika harus siaran, dunia yang saya geluti sejak SMA.

Sekarang, saya jadi lebih mencoba jujur pada diri saya sendiri, apa yang saya butuhkan, apa yang saya inginkan sebenarnya, dan apa saya nyaman menjalaninya. Ternyata menjadi diri sendiri itu lebih asyik,, dari pada harus mengejar seperti orang lain yang sebenarnya bukan yang kita inginkan. Sebab diri kita atau diri saya adalah spesial, berbeda dengan oranglain.

Dramaga, 22/10/2011

Di kamar perjuangan, TDP 2

Iklan

6 thoughts on “Saya bukan anda, sebab saya spesial

  1. iya,,, tiap orang punya kelebihan masing-masing.. kita ga boleh minder sama diri sendiri..kalau kita sendiri ga bisa menghargai diri kita, gimana orang lain mau menghargai 😀
    Nice Post 🙂

  2. Wah, jdi malu nih sayanya…
    Sy jg sprti itu. Merasa org lain lebih hebat dari sy. Krn yaa memang. Nining itu gak ada apa2nya klo dibandingkan tmn2 Nining. *Tuh kan, lagi2 merendahin diri… >.<

  3. Ada kalimat motivatif yang pernah saya dapatkan dari sahabat baik saya, Van: “The Miracle is YOU”

    Maka, jangan pernah menunggu keajaiban datang kepada kita, karena keajaiban itu tidak akan datang, ia ada dalam diri kita. So, mari berkarya dengan keajaiban yang kita miliki… Setiap kita adalah spesial… 🙂

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s