MELANKOLI SENJA BOGOR – JAKARTA

Lamat-lamat.. kereta merayap dari stasiun bogor .. semakin lama.. semakin cepat.. Aku duduk di samping pasangan muda dengan tiga orang anak yang jarak umur antar ketiganya tidak terlalu jauh. Melihat mereka bercengkrama rasanya menambah kehangatan di senja ini. Aku sangat mencintai senja, saat langit memuncratkan warna lembayung dan matahari membulat merah keemasan. Aku menikmati senja di balik kaca KRL.

Ada yang sangat menarik perhatian saat KRL masih di stasiun Bogor. Bagi seorang pengamen, suara yang merdu dengan paras cantik dibalik baju dan jilbab orange yang dikenakannya sangat menarik perhatian penumpang. Sayang, saat ia sadar lensa kamera HP menangkap bayangannya, ia memalingkan muka dan seperti inilah hasil fotonya (jual mahal nih mbak2nya, wkwkwk..)

Senja masih akrab menerangiku membaca sebuah buku yang sedari stasiun bogor aku genggam. Pun saat memberikan kursiku pada seorang ibu dan mengalah bergelantungan. Buku ini setia mengusir jenuh, yang kadang membelai hatiku, haru, dan mataku berkaca, menguatkan aku berdiri sepanjang perjalanan dengan spirit perjuangan penulisnya dan melankoli yang mempermainkan perasaaku waktu itu. Aku larut dan seperti telah mengikuti jejaknya di New York City, hehee.. i’m a dreamer..
Terima kasih untuk mas Iwan Setyawan dengan novelnya 9 Summers 10 Autumns yang menghangatkan perjalanan pulang pergi Bogor – Jakarta – Bogor. Selain senja.. hari itu saya pun mencintai buku ini..

Iklan

10 comments

  1. Dalam perjalanan, selalu ada pembelajaran yang kita peroleh.. Semakin jauh perjalanan, semakin banyak yang dipelajari..

    Buku yang menarik kayaknya ya Van..? πŸ™‚

  2. @Mega : iya,, tapi kayaknya bukan pengamen sebenarnya, kata temen sih biasanya mahasiswa yg lg cara dana bwt kegiatan (usda)

    @ sulung : ok aku segera link jg.. ayoo baca bukunya jg

    @pak vizon betul pak semakin jauh smakin byk belajar… menarik pak.. sangat menarik,hehee

  3. Senja memang indah sangad. Berparagraf2 kata bisa melukiskan keindahan senja πŸ˜€
    Hmm.. membaca di kereta gak bikin pusing ya? *maklum belum pernah naik kereta* πŸ˜€

  4. Ibu Lidya : Iya bu perjalanan penuh hikmah
    Kakaakin : Betul Ka.. senja memang sangat indah… emh gak pusing lah.. kereta cenderung lebih stabil jalannya dibanding mobil,hehehe
    Mbak Dhenok : Klo senja diabiskan dgn ujan ujung2na kita tidurr atuhh.. hehee πŸ˜€

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s