Karena Aku Masih Hamba-Mu

Aku terpekur di beranda masjid kampus. Hujan sore yang cukup deras mengurungkan niatku untuk bergegas ke sekre UKM Penalaran. Sekelebat kejadian lima menit lalu terlintas dalam pikiranku.
Setelah dzikir singkat ba’da sholat aku bergegas ke tempat parkir motor, rincik hujan tak terbendung lagi oleh awan gelap yang menggantung di atas menara. Baru aku keluarkan kanebo dari bawah jok untuk melap jok yang basah seketika hujan deras turun. Tak ayal hal tersebut membuat aku tersenyum geli, baru saja mau dilap kok malah ujan, pikirku. Segera aku berlari ke beranda masjid, maklum lupa bawa mantel.

Belum reda kegelianku atas kejadian tadi, saat ku rebahan di teras masjid, aku kembali tertawa setelah beradu pandang dengan seorang laki-laki yang rupanya memperhatikan aksiku yang semangat melap motor tapi malah ujan.

Tak sempat aku menyapa dan mengobrol dengannya, berhubung jarak kami cukup jauh. Jujur saja aku sering melihatnya di kampus, sepertinya satu fakultas tapi beda jurusan dan angkatan.

Astagfirullahal’adzim..!!

Blitz alam yang disusul suara guntur membuatku oleng dan tersadar dari lamunanku. Luar biasa.. hujan semakin deras, sudah lima belas menit menunggu belum juga reda. Untunglah pekarangan masjid yang hijau dengan rumput terawat, jejeran lampu di jalan setapak yang disusun oleh batu keramik menjadi pemandangan indah saat diguyur hujan dan mampu membunuh rasa bosan.

Beberapa orang aku lihat, terjebak hujan di dalam masjid. Entah karena alasan tidak membawa mantel atau payung, yang pasti bernasib sama sepertiku. Di tengah hujan deras, rupanya masih ada orang tua yang semangat mengantar anaknya untuk mengaji di TPA masjid, Dua orang anak kecil pun dengan cerianya berangkat dengan sebuah payung di genggaman mereka.

Secara otomatis otakku memutar rekaman perjalanan singkatku hingga saat ini, mulai dari aku belajar ngaji di rumah Mang Engkus dan masuk TPA. Kemudian saat indahnya hidayah itu datang di akhir masa SMA sampai hari berduka ketika Ayah meninggal. Satu persatu menjadi slide dalam lamunanku. Pertama masuk kuliah aku telah niatkan untuk mengikuti kegiatan rohis, setidaknya untuk memenuhi saran teman di SMA. Benar saja. Akhirnya terjerumus pada kebaikan dan menikmati dekat dengan-Nya, mengikuti berbagai kajian dan aktif di kegiatan masjid dan dakwah kampus. Hingga akhirnya amanah semakin dari berbagai organisasi.

Semakin terjerat dalam aktivitas kampus, semakin sering aku merasakan tekanan, mengalami kekecewaan, konflik, berkali-kali harus tepar dan opname. Namun, aku menjalani dengan ikhlas karena ada nilai lain yang aku temukan di aktivitasku.

Hujan belum mau berhenti.. dalam situasi ini pikiranku masih meraba-raba bahwa ada yang salah dengan perjalananku itu. Yaah… ada yang bagian yang berkurang dari aktivitasku!!

Aku mulai menghitung berapa kali aku sholat malam pekan ini, berapa lembaran Alquran yang telah aku baca, duha di sela aktivitas pagiku, berapa kali dalam setahun ini aku menangis saat memohon ampun kepada-Nya. Kemudian aku mempertanyakan seberapa dekat aku dengan-Nya saat ini ??

Kering kerontang.. sungguh terasa perih di kerongkongan. Padatnya aktivitas melupakan aku pada satu hal. Betapa jiwa ini kering oleh berbagai aktivitas ruhiyah. Bacaanku kini sudah beralih pada kumpulan jurnal ilmiah, buku-buku pengembangan diri, dan lebih banyak berkumpul dengan orang pintar. Pikiranku semakin tajam tapi hatiku semakin tumpul.

Sisa-sisa hujan sore ini mengembalikanku pada titik balik dimana aku sadar akan semua kewajiban pada tuhanku, Allah Swt. Alhamdulillah.. aku kembali menemukan fitrahku.

Ya Allah… Jangan pernah Kau jauhkan cahaya-Mu dalam membimbingku.. Berikan arah langkah tuk berubah dan tak menyerah… Jangan pernah Kau palingkan cinta-Mu dalam menegurku bila ku ingkari janji di hati… Jangan pernah berhenti..!!! Karena aku hamba-Mu juga…. *)
Aku menyudahi do’aku dengan azzam bahwa aku akan lebih baik dari hari ini.

19 Mei 2010
*) Petikan lirik nasyid Karena aku hamba-Mu juga by The Fikr

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s