Awal Kursus Bahasa Inggris di Pare Kediri (1)

Awal bulan november 2008 silam saya sudah mencari informasi mengenai kursus bahasa inggris ini lewat browsing di internet. Ada perasaan berkobar2 kalau saya harus bisa ikut kursus ini apalagi dengan cerita2 yang unik, menarik, dan seru dari tiap blog yang saya baca membuat saya semakin membulatkan tekad untuk bisa ikut kurusus bahasa inggris di pare kediri. Apalagio dengan cita-cita 2012 bisa melanjutkan S2 di belanda atau thailand.. ya minmalnya menang beasiswa ICCR dari pemerintah India (acha.. acha.), hingga akhirnya dengan segala info yang di dapat saya berangkat kemarin (24/01/09) dari stasiun tasikmalaya tepat pukul 00.30 WIB.

Perjuangan dikereta cukup melelahkan karena harus sanggup berdiri 2 jam dan berjam-jam duduk di bawah (lesehan) tanpa kursi. Hhmmm males pokoknya harus menceritakan kejadian di kereta, belum dengan telat kedatangannya, sesaknya, dan lain2 kalau saya cerita rasanya tak akan ada orang yang mau untuk kembali mecoba kereta kelas ekonomi yang sering diserbu oleh banyak orang.

Alhamdulillah akhirnya setelah dari tengah malam berangkat dengan segala perjuangan , karena saat sampai kediri harus diguyur hujan dari stasiun bahkan sampai pare, bahkan sampe cari tempat kursus dan camp, sungguh ironis..

Tapi baru saja beberapa jam di camp, semangat yang terbangun dengan kokoh akhirnya bisa runtuh juga. Kondisi yang telah lelah dengan 12 jam lebih perjalanan, kurang tidur langsung dihadapkan pada kondisi camp yang sebenarnya wajar bagi setiap camp laki2 dengan segala ke khasannya (bisa mengartikan sendiri), tapi karena kondisi rumah dan kost-an di Purwokerto jauh lebih nyaman maka semua yang terfasilitasi di sini jadi terlihat jauh lebih kecil. Rasanya rasa syukur karena dapat kursus disini saja sepertinya tertutupi dengan kondisi camp dan anak2 yang belum aku kenal dan aku orang baru diantara kami belum salng mengenal sehingga terkesan cuek juga.

Bisa jadi ini adalah proses adaptasi, semoga saja..

Karena aku tidak mungkin mengkhianati kepercayaan ibu ketika ia mengizinkan aku untuk ikut kursus ini, tidak mungkin aku harus menghamburkan uang ratusan ribu hanya untuk menyerah ditengah jalan, tidak mungkin aku harus mundur setelah semangat yang dulu aku bangun, dan tak mungkin aku harus menyia2kan kesempatan dan tidak mungkin aku harus tidak membawa “apa2″ setelah kursus ini setelah segala perjuangan akal, pikiran, tenaga dan uang.

Iklan

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s