Tanaman Jeruk Keprok Garut

Menurut Sarwono (1986) jeruk tergolong salah satu anggota suku jeruk-jerukan (Rutaceae) dan tergolong rumpun Citriae dan anak rumpun Citrinae. Klasifikasi Jeruk dalam sistematika tumbuhan (Tjitrosoepomo, 1993):

Kingdom: Plantae

Divisi      : Spermatophyta

Subdivisi: Angiospermae

Kelas      : Dicotyledonae

Ordo       : Rutales

Famili     : Rutaseae

Genus     : Citrus

Spesies   : Citrus nobilis Lour.

Buah jeruk tergolong dalam kelompok buah sejati berdaging, karena buah tidak akan pecah saat masak dan buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja (Sarwono, 1986).  Jeruk keprok Garut atau dikenal pula dengan jeruk Paseh (C. nobilis var. chrysocarpa) merupakan tanaman jeruk asli dari daerah Wanaraja, Garut. Tinggi tanaman sekitar 3,5 sampai 4 m. Bentuk tajuk kerucut terbalik dengan lebar 2,5 m. Bentuk batang bulat berlekuk tidak berduri dan berwarna cokelat. Tanaman jeruk keprok Garut memiliki bentuk daun lonjong bergelombang dan tepi bergerigi. Daun bagian atas berwarna hijau tua dan daun bagian bawah berwarna hijau muda mengkilat. Lebar daun 3,5 – 5 cm dan panjang daun 8 – 11 cm. Buah berbentuk bulat agak gepeng, bagian ujung menjorok ke dalam, dan bagian pangkal terdapat puting. Tebal kulit buah 3 – 5 mm, berpori-pori nyata serta berwarna hijau saat buah muda dan berwarna hijau kekuningan saat buah matang. Sementara itu, daging buah berwarna kuning atau orange dengan aroma buah harum khas keprok garut dan rasa yang manis segar (Keputusan Menteri Pertanian, 1999).  Menurut AAK (1994) dinding kulit buah jeruk yang mempunyai pori-pori terdapat kelenjar yang berisi peticin. Kadar peticin paling tinggi terdapat pada jeruk Garut, yakni 3% – 3,5%. Peticin umumnya sering dipakai untuk penderita penyakit gula.

Tanaman jeruk sudah banyak ditanam di Indonesia, cocok dan mudah beradaptasi hampir di seluruh kepulauan Indonesia. Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman jeruk adalah sandy loam dan clay. Keadaan tanah harus selalu gembur dan tidak menyimpan air terlalu banyak dengan ph tanah 5,5 – 6,6. Sesuai dengan keadaan iklim di Indonesia, tanaman jeruk harus selalu kecukupan air walaupun tidak berlebihan. Oleh sebab itu, pemberian air pada tanaman jeruk harus dilakukan pada saat yang tepat. Sementara itu, siraman cahaya matahari yang cukup akan membuat batang jeruk menjadi lebih kuat, mendorong terbentuknya tunas dan perkembangan buah. Daerah yang cocok ditanami jeruk adalah daerah yang memiliki rerata kadar kelembaban udara antara 70 % – 80% dalam satu tahun. Selain itu, tanaman jeruk mempunyai toleransi tumbuh yang cukup baik, sebab jeruk dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut  (AAK, 1994).

Daftar Pustaka

Aksi Agraris Kanisius. 1994. Budidaya Jeruk. Kanisius, Yogyakarta. Hal 99-108.

Keputusan Menteri Pertanian. 1999. Pelepasan Jeruk Keprok Garut sebagai Varietas Unggul dengan Nama Jeruk Keprok Garut-I. Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 760/Kpts/TP. 240/6/99, Jakarta.

Sarwono. 1986. Jeruk dan Kerabatnya. Penebar swadaya, Jakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1993. Taxonomi Tumbuhan (Spermatopytha). Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s