Pembuatan Pupuk Buatan

Pupuk buatan atau sebutan lainnya pupuk anorganik, adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk, dengan meramu bahan-bahan kimia (anorganik) dengan kadar hara tinggi. Misalnya, pupuk Urea yang kadar hara nitrogen 45-46%. Artinya setiap 100 kg Urea, di dalamnya terdapat 45-46 kg N (Nitrogen) (Lingga, 1989).

Zwavelzure amoniak (ZA) lebih dikenal dengan sebutan ZA. Pupuk ini dibuat dari gas amoniak dan asam belerang. Persenyawaan kedua zat ini menghasilkan pupuk ZA yang mengandung N 20,5-21%. Artinya tiap 100   ZA berisi 20 kg N. Bentuknya Kristal kecil-kecil berwarna putih, abu-abu, biru keabu-abuan, dan kuning (Lingga, 1989).

Kalium klorida lebih dikenal dengan singkatan KCl. Sama halnya dengan pupuk ZK, KCl ini juga ada dua macam, yaitu KCl 80 mengandung K (K2O) 52-53%; KCl 90 mengandung K (K2O) 53-58 %. KCl mengandung klorida yang busa berpengaruh negative pada tanaman yang tidak membutuhkan atau peka terhadap klorida, seperti tanaman kentang dan wortel (Lingga, 1989).

Pupuk majemuk NPK yang siap pakai harganya amat mahal ketimbang pupuk tunggal. Supaya harga ini tidak terlalu mencekik, ada baiknya membuat sendiri dengan cara mencampur pupuk tunggal. Untuk mendapatkan NPK yang dikehendak, tinggal menjumlahkan masing-masing pupuk tunggal itu dan itu berarti kita memperoleh NPK sebanyak yang diinginkan sesuai perbandingan (Lingga, 1989).

Dalm praktikun kali ini, membuat pupuk campur NPK dengan bahan dasar ZA (20% N), SP20 (20% P2OS), dan KCl (50% K2O). Kadar NPK yang akan memiliki komposisi atau perbandingan bahan dasar 7:3:9. Dalam hal ini dimisalkan, pupuk yang akan dibuat 100g, maka kadar masin-masing pupuk tunggal yang dibutuhkan adalah 35g 2A, 15g SP20 dan 18g KCl. Total pupuk tunggal tersebut adalah 68g, sisanya 32g diganti dengan bahan pengisi berupa abu dapur.

Perbandingan antara N, P, dan K untuk memperoleh pupuk campur dihitung dengan rumus perhitungan nilai pembanding dibagi kadar unsur tunggal dan kemudian dikali jumlah pupuk yang akan dibuat. Perbandingan menentukan tingkat kemampuan tanaman dalam menyerap unsure yang diperlukan. Dalam pembuatan pupuk campur, hal-hal harus diperhatikan ialah kadar unsure pupuk tunggal harus tepat. Setelah itu barulah ditentukan jumlah masing-masing pupuk tunggal (Lingga, 2001).

Pemberian pupuk atau pembuatan pupuk campur harus sesuai dengan perbandingan, karena pemberian pupuk harus diberikan dalam jumlah yang tepat. Apabila pemberian pupuk berlebihan maka proses atau metabolism tanaman untuk tumbuh terganggu. Perbandingan harus sesuai agar tingkat pemupukan seimbang dan dapat memenuhi semua unsure yang dibutuhkan tanaman.

Penggunaan pupuk campur lebih menguntungkan bagi patani karena lebih menghemat biaya. Selain itu, penggunaan pupuk campuran bias menambah kreatifitas patani dalam pemupukan. Cara pembuatan pupuk campur mudah dan keuntungan yang diperoleh pun besar tanpa mengurangi kualitas NPK buatan sendiri itu (Lingga, 1989).

One thought on “Pembuatan Pupuk Buatan

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s