PADI GOGO AROMATIK

Terdapat 25 spesies dalam genus Oryza. Oryza sativa L. dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) dan Japonica (padi cere) merupakan spesies yang paling umum ditanam di Indonesia. Padi gogo merupakan padi yang ditanam di lahan tanpa penggenangan air. Sumber pengairan padi gogo sebagian besar dari hujan. Tanaman padi memiliki ribuan varietas yang termasuk dalam Oryza sativa L. dan mempunyai ciri khas tersendiri sehingga dapat dibedakan dengan varietas yang lain. Klasifikasi botani tanaman padi (Prihatman, 2000) adalah sebagai berikut.

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Sub divisi        : Angiospermae

Kelas               : Monotyledonae

Ordo                : Glumiflorae

Keluarga          : Gramineae (Poaceae)

Genus              : Oryza

Spesies            : Oryza sativa L.

Varietas unggul padi gogo di Indonesia antara lain: Batur, Danau Atas, Poso, Laut Tawar, C22 dan Danau Tempe yang dilepas pada periode tahun 1988 – 1993. Namun demikian, varietas padi gogo berdaya hasil tinggi (potensi hasil 3,0-5,0 ton/ha) tersebut memiliki kelemahan, yaitu pada mutu beras yang rendah. Periode tahun 2001 – 2003 telah dilepas empat varietas padi gogo (potensi hasil (4,0-5,0 ton/ha) yaitu Danau Gaung, Batutugi, Situ Patenggang dan Situ Bagendit. Keempat varietas tersebut dinyatakan memiliki nasi pulen tetapi hanya satu yang beraroma wangi, yaitu Situ Patenggang. Akan tetapi, keempat varietas tersebut masih berstatus non komersial (Departemen Pertanian, 2008).

Perakitan padi gogo berdaya hasil tinggi dan memiliki kualitas yang baik telah dilakukan oleh pemulia di Universitas Jenderal Soedirman (Totok dkk, 2003). Perakitan varietas padi gogo aromatik hasil persilangan Mentik Wangi dengan Poso dan persilangan Mentik Wangi dengan Danau Tempe sebagai tetuanya telah menghasilkan sembilan galur yang telah mengalami pengujian hingga F7 dan sudah merupakan galur murni. Aroma merupakan salah satu sifat yang diinginkan dari generasi hasil persilangan tetua. Sifat aromatik berasal dari tetua Mentik Wangi sedangkan daya hasil tinggi pada padi gogo dari tetua Poso dan Danau Tempe. Sembilan galur hasil seleksi persilangan yang memiliki sifat aromatik dan memiliki potensi hasil 4,0-5,0 ton/ha adalah G9, G10, G12, G13, G19, G34, G35, G39 dan G136 (Totok, 2004).

Aroma pada padi disebabkan oleh senyawa kimia yang mudah menguap. Taraf aroma pada padi berkaitan dengan perbedaan konsentrasi komponen-komponen kimia pada berbagai taraf konsentrasi antara varietas padi aromatik dan non-aromatik (Wilkie et al., 2004). Kombinasi teknik analisis aroma pada padi dengan cara panelis sensor dan gas kromatografi oleh Buttery et al. (1983) menjelaskan bahwa 2-acetyl-1-pyrroline (2AP), walaupun hanya muncul pada konsentrasi yang rendah pada padi aromatik, (2AP) merupakan kandungan kimia utama yang bertanggungjawab terhadap karakter aromatik pada padi Jasmine dan Basmati. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lebih dari 114 senyawa pada padi aromatik (Tsuzuki et al., 1981; Buterry et al., 1983). Namun demikian, hasil penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa senyawa utama yang menyebabkan aroma wangi pada padi adalah 2-acetyl-1-pyrroline (Buttery et al., 1983).

Senyawa 2-acetyl-1-pyrroline pada padi aromatik mencapai 0,04 – 0,09 ppm dari bobot biji, senyawa 2AP beras non aromatik hanya 0,004 – 0,006 ppm (Buttery et al., 1983). Bahkan Singh et al. (2000) menyatakan bahwa kandungan 2AP padi aromatik 15 kali lebih besar daripada kandungan 2AP padi non aromatik. Aroma padi aromatik tidak hanya dapat dicium pada nasi. Seringkali aroma dapat tercium saat tanaman padi berbunga di lahan. Selain itu, senyawa aromatik, ditemukan pada bagian tanaman padi yang lain seperti daun (Mittal et al., 1995 dalam Totok, 2004).

Beberapa metode pengujian aromatik pada tanaman adalah: sensor panelis, gas kromatografi dan PCR. Pengujian aroma menggunakan sensor panelis diperlakukan dengan memasukkan potongan daun tanaman (1,5 g) ke dalam tabung gelap yang berisi 20 ml KOH 1,7% dan dibiarkan selama 5 menit. Identifikasi aroma dilakukan dengan mencium aroma yang terdapat pada tabung gelap dan intensitas aroma diukur menggunakan skoring, yaitu sangat wangi (skor 9), wangi (skor 7), wangi sedang (skor 5), agak wangi (skor 3), dan tidak wangi (skor 1) (Sood dan Siddiq, 1978). Pengujian aroma pada tanaman padi dengan gas kromatografi dengan sampel tepung biji padi hasil tumbukan yang kemudian disaring dengan saringan 20 mesh. Tepung yang lolos saringan dimasukkan ke dalam tabung kemudian ditambahkan 2, 4, 6 trimethylpyridine dalam dichloromethane. Sampel tepung biji diinkubasi pada suhu 850C selama dua setengah jam kemudian didinginkan pada Agilent 6890N Gas Cromatograph yang dilengkapi dengan pengionisasian api. Sampel dipanaskan secara bertahap pada 1550C, deteksi pada 3000C, kemudian pada oven dengan suhu 350C selama 1,79 menit dan meningkatkan suhunya menjadi 700C dan secara bertahap dinaikkan menjadi 1000C dan 2700C dan dipertahankan selama dua menit. Konsentrasi 2 AP diketahui melalui perhitungan kurva standar (Lorieux et al., 1996).

Penggunaan teknik PCR untuk deteksi sifat aromatik pada tanaman dilakukan dengan cara mengekstrak DNA tanaman kemudian memprosesnya dengan memberikan primer spesifik yang dapat digunakan sebagai penanda sifat aromatik pada tanaman dan larutan PCR mix. Proses PCR pada dasarnya adalah menggandakan untai DNA target yang sudah ditandai oleh primer sehingga nantinya dapat terdeteksi pada proses gel elektroforesis. Hasil PCR sampel tanaman yang memiliki sifat aromatik akan menunjukkan pita dengan panjang tertentu pada gel elektroforesis yang menjadi acuan ada tidaknya sifat aromatik (Bradbury, 2007).

3 thoughts on “PADI GOGO AROMATIK

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s