Media Kultur Jaringan

Komposisi formulasi dari suatu media, harus mengandung nutrient esensial makro dan mikro serta sumber tenaga. Zat-zat tersebut bisa dicampur sendiri dari bahan dasarnya, atau diperoleh sudah dalam bentuk campurannya. Biasanya ditambah zat pengatur tumbuh, seperti hormone-hormon dan zat penyangga seperti agar (Westherell,1982).

Media merupakan faktor penentu dalam perbanyak secara kultur jaringan. Media kultur jaringan tanaman harus berisi semua zat yang diperlukan untuk menjamin pertumbuhan eksplan yang ditanam. Media tersebut harus berisi garam mineral berupa unsur makro dan mikro, gula, protein, vitamin dan hormon.

Jenis-jenis yang termasuk unsure makro adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium(K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). unsure NPK adalah unsure yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman, yamg berarti harus selalu tersedia. Sedangkan unsure S, Ca dan Mg boleh ada dan boleh tidak. Tetapi, karena fungsinya sangat mendukung jaringan maka akan lebih baik apabila unsure-unsur tersebut juga tersedia (Hendaryono dan Wijayani, 1994).

Unsure-unsur yang termasuk unsure mikro yaitu klor (Cl), Mangan (Mn), Besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), Bor (B) dan molybdenum (Mo). Unsure-unsur makro biasanya diberikan dalam bentuk NH4NO3, KNO3, CaCl2, 2H2o, MgSO4.7H2O dan KH2PO4. Sedangkan unsure-unsur mikro biasa diberikan dalam bentuk MnSO4.4H2O, ZnSO4.4H2O, H3BO3,KJ, NaMoO4.2H2O, CuSO4.5H2O dan CoCl2.6H2O (Ari Indrianto, 1990).

Jenis dan formulasi media untuk tiap spesies tanaman berbeda-beda. Demikian juga dengan tahap pertumbuhannya, memerlukan media khusus. Sebagai contoh, kultur jaringan anggrek Dendrobium lebih cocok menggunakan media formulasi Vacin & Went, untuk menumbuhkan anggrek vanda lebih cocok menggunakan formulasi murashige & Skoog (Widarto, 2000)

Penggunaan media kultur jaringan, jenis-jenis media yang hanya mengandung unsure makro dan mikro perlu ditambah bahan-bahan pelengkap berupa asam amino, vitamin , gula dan hormon tumbuhan (fitohormon). Derajat keasaman dari media perlu diperhatikan, yakni sekitar 4,8-5,6. Untuk menyesuaikan pH campuran media dapat ditambahkan larutan NaOH 0,1 N bila larutan terlalu asam (pH rendah). Sedangkan bila pH terlalu tinggi ditambah HCl 0,1 N untuk menurunkan pH sesuai0 dengan yang dikehendaki.

.Zat pengatur tumbuh atau ZPT sangat diperlukan sebagai komponen medium bagi pertumbuhan dan diferensiasi. Tanpa penambahan ZPT dalam medium, pertumbuhan akan terhambat bahkan mungkin tidak tumbuh sama sekali. Golongan auksin yang sering ditambahkan pada medium kultur jaringan antara lain 2,4-D, IAA, NAA, dan IBA. Sedangkan dari golongan sitokinin antara lain Kinetin, Zeatin, dan BAR. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing tanaman dan bagian tanaman tidak sama. Media kultur dapat berupa media cair atau media padat. Media padat sama dengan media cair hanya diberi sedikit pemadat seperti agar-agar. Media yang sering kali digunakan adalah media MS.

Sebelum membuat media tumbuh, terlebih dahulu kita harus menetukan medium apa yang akan kita buat. Jenis medium dengan komposisi unsure kimioa yang berbeda dapat digunakan untuk media tumbuh dari jaringan tanaman yang berbeda.

Menurut George dan Sherington (1984) ada media dasar yang pada umumnya diberi nama sesuai dengan nama penemunya, antara lain:

  1. Medium dasar Murashige dan Skoog (MS), digunakan hamper pada semua macam tanaman terutama herbaceous. Media ini memiliki konsentrasi garam-garam mineral yang tinggi dan senyawa N dalam bentuk NO3 dan NH4+.
  2. Medium dasra B5 atau Gamborg, digunakan untuk kultur suspense sel kedelai, alfafa dan legume lain.
  3. Medium dasar white, digunakan untuk kultur akar. Medium ini merupakan medium dasar dengan konsentrasi garam-garam mineral yang rendah.
  4. Medium Vacint Went (VW), digunakan khusus untuk medium anggrek.
  5. Medium dasar Nitsch dan Nitsch, digunakn untuk kultur tepung sari (Pollen) dan kultur sel.
  6. Medium dasar schenk dan Hildebrandt, digunakan untuk tanaman yang berkayu.
  7. Medium dasar Woody Plant Medium (WMP), digunakan untuk tanamn yang berkayu.
  8. Medium dasar N6, digunakan untuk tanaman serealia terutama padi, dan lin-lain.
Iklan

3 comments

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s