Penyimpanan Mikroba

Tujuan koleksi dan penyimpanan meliputi tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Penyimpanan jangka pendek dilakukan untuk keperluan rutin penelitian yang disesuaikan dengan kegiatan program atau proyek tertentu. Penyimpanan jangka panjang dilakukan dalam kaitannya dengan koleksi dan konservasi plasma nutfah mikroba, sehingga apabila suatu saat diperlukan, dapat diperoleh kembali atau dalam keadaan tersedia (Machmud, 2008).

Penyimpanan suatu mikroba, yang dikenal dengan istilah perlindungan ex situ, bertujuan untuk mencegah terjadinya perubahan, baik perubahan genetika, morfologi, maupun fisiologi. Penyimpanan ini sangat terkait dengan perlindungan secara in situ, yang penting untuk pengkajian mendalam atau lanjutan, perlindungan dari kepunahan, atau selalu tersedia di alam (Soesanto, 2006).

Menurut Wahyu (2008), jamur patogen F. oxysporum f.sp. zingiberi asal Temanggung dan Boyolali masih mampu hidup baik dalam medium buatan maupun pada tanaman jahe sebagai inangnya, setelah disimpan dalam tanah steril selama tiga tahun. Jamur patogen F. oxysporum f.sp. zingiberi yang telah disimpan selama tiga tahun masih mempunyai keagresifan, dengan tingkatan keagresifan paling tinggi berdasarkan luas serangan rimpang pada perlakuan TKO3 asal Temanggung dan perlakuan BAO6 asal Boyolali, masing-masing sebesar 67,67 dan 56,67 mm2. Jamur F. oxysporum f.sp. zingiberi tersebut sudah disimpan dalam medium tanah steril selama enam tahun, akan tetapi kevirulenan atau keagresifan isolat-isolat jamur tersebut belum diketahui.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s