Interaksi Fusarium oxysforum f.sp. zingiberi dan Tanaman Jahe : Mekanisme dan Hasil Interaksinya

Secara umum tanaman akan memberikan respon terhadap serangan patogen dan respon tersebut akan bertanggungjawab terhadap resistensi tanaman terhadap patogen. Akibat adanya serangan patogen akan membentuk reaksi pertahanan untuk melindunginya. Tanaman akan memberikan respon terhadap patogen dengan cara-cara yang berbeda. Respon tersebut ada yang berinteraksi dan ada yang tidak berinteraksi. Pada kasus tertentu terjadi hubungan yang inkompatibel antara tanaman dan patogen (tanaman adalah resisten) atau hubungan kompatibel (tanaman adalah rentan). Namun interaksi yang terjadi antara tanaman dan patogen yang menyerang sangatlah kompleks dan banyak melibatkan rekasi-reaksi biokimia (Siregar, 2006).

Patogen yang menyerang tanaman banyak jenisnya, salah satunya adalah patogen tular-tanah (Soil borne). Patogen tular-tanah merupakan sekelompok patogen yang  penyebaran, bertahan, dan menginfeksi akar melalui tanah. Salah satu patogen tular-tanah yaitu Fusarium oxysforum Schlecht f.sp. Zingiberi Trujillo yang menyerang tanaman jahe, seperti yang dikemukakan Semangun (1989) peningkatan produksi jahe masih menghadapi masalah adanya penyakit busuk rimpang, yang terutama disebabkan oleh jamur Fusarium oxysforum Schlecht f.sp. Zingiberi Trujillo.

Adapun pengklasfikasian dari Fusarium penyebab busuk akar rimpang adalah sebagai berikut :

Kingdom          : Myceteae

Divisi                : Amastigomycota

Subdivisi           : Deuteromycotina

Kelas               : Deuteromycetes

Subkelas          : Hypomycetidae

Ordo                : Monoliales

Famali              : Tuberculariaceae

Genus               : Fusarium

Spesies : F. oxyporum Schlecht. f.fp. zingiber Trujillo

PEMBAHASAN

Interaksi yang terjadi antara Fusarium oxysforum f.sp. Zingiberi dengan tanaman jahe ialah dalam ketersediaan nutrisi dan tempat hidup bagi Fusarium oxysforum f.sp. Zingiberi. Mekanisme patogen ini menyerang tanaman inang ialan dengan menginfeksi tanaman melalui akar, penetrasi ke dalam jaringan pembuluh, dan memperbanyak diri dalam silem, sehinga membatasi pergerakan air. Pada jaringan mati, masa dari sel menghasilkan makrokonidium yang berbentuk sabit. Konidium berbentuk sabit tidak segera berkecambah karena masih memanfaatkan jaringan tanaman yang mati, dan akan bunuh diri secara hayati untuk berkecambah in situ karena tidak menemukan tanaman sehat yang rentan untuk diinfeksi, hal ini terjadi karena konidium merupakan subjek fungistatis tanah.

Jamur tanaman yang mati akan mati dan hancur, tanah kemudian akan diolah dan jamur tersebar melalui tanah. Bunuh diri secara hayati akan terulang kembali dalam situasi seperti ini karena setelah pengolahan tanah tidak ada tanaman rentan untuk diinfeksi, untuk bertahan dalam kondisi yang tidak terdapat nutrisi dan untuk bertahan dari kondisi suhu ekstrim dan kering Fusarium oxysforum f.sp. Zingiberi menghasilkan klamidospora yang mempunyai dinding tebal dan dapat bertahan dalam tanah.

Struktur istirahat berupa klamidospora dapat berkecambah setelah ada interaksi dengan tanaman inang, yaitu ketika tanaman inang mengeluarkan eksudat akar yang mengandung nutrisi sederhana seperti asam amino dan gula yang dapat mencegah penghambatan karena fungistatis tanah, sehingga jika akar melewati klamidospora dorman nutrisi dari akar akan memacu perkecambahan spora.

Hasil dari interaksi antara F. oxyporum dengan tanaman jahe ialah terlihatnya gejala mula-mula daun bagian bawah menguning, yang dimulai dari ujung ke pangkal, daun menjadi layu dengan pucuk tanamana mengering, kemudian tanaman mati. Pada tingkat awal, jika batang palsu atau akar rimpang dipotong, kadang-kadang tampak berkas pembuluh berwarna cokelat. Akar rimpang yang sakit menjadi keriput dan berwarna kehitaman, jika dipotong tidak mengeluarkan lendir. Bagian dalam akar rimpang berwarna agak gelap karena membusuk dan akhirnya batang palsu rebah (Semangun, 1989).

DAFTAR PUSTAKA

Agrios, G.N. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Semangun, H. 1989. Penyakit-penyakit tanaman Hortikultura di Indonesia, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Siregar, Edi Batara Mulya. Pertahanan Metabolik dan Enzim Litik dalam Mekanisme Resistensi Tanaman terhadap Serangan Patogen. http:/library.usu.ac.id/download/fp/hutan_edi%20batara4.pdf, diakses 8 Oktober 2008.

Sudjarwo., N. Prihatiningsih. 2004. Ekologi Hama dan Patogen Tanaman. Jurusan HPT Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto.

Iklan

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s