Hawar Daun Bakteri

Hawar daun bakteri (HDB) merupakan salah satu penyakit yang penting pada tanaman padi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri X. oryzae pv. oryzae. Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyakit yang menimbulkan kerugian secara ekonomi (EPPO, 2007).

Gambar 1.   Gejala penyakit akibat X. oryzae pv. oryzicola

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen Pertanian (2006).

Spesies X.  oryzae memiliki dua patovar, yaitu oryzae dan oryzicola. Kedua patovar tersebut dapat dibedakan dari gejala yang tampak pada daun tanaman padi. Gejala penyakit yang disebabkan X. oryzae pv. oryzicola menunjukkan gejala seperti terendam air, terdapat garis sejajar tulang daun, yang akan berubah warna menjadi kekuningan sampai oranye (Gambar 1) (EPPO, 2007).

Gambar 2.    Gejala penyakit akibat X. oryzae pv. oryzae

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen  Pertanian (2006).

Gejala karena X. oryzae pv. oryzae ditandai dengan bercak memanjang dengan tepi bergelombang dari ujung daun yang berkembang sepanjang tepi daun.  Gejala kemudian berkembang menjadi hawar, layu (kresek), dan warna daun berubah menjadi kuning pucat (Gambar 2). Bakteri X. oryzae pv. oryzae dikelaskan pada beberapa ras berdasarkan reaksi patogenik terhadap kultivar yang berbeda. Klasifikasi X. oryzae pv. oryzae menurut Agrios (2005), sebagai berikut.

Kingdom          : Procaryotae

Divisi                : Gracilicutes

Kelas               : Proteobacteria

Famili               : Pseudomodaceae

Genus               : Xanthomonas

Spesies : Xanthomonas oryzae

Menurut Tyo (2008), bakteri ini termasuk dalam domain Bacteria, berdasarkan pengajuan Carl Woese pada tahun 1990 yang membagi makhluk hidup dalam 3 domain yaitu Bacteria, Archaea dan Eucarya. Menurut Schaad et al. (2001), Xanthomonas merupakan gram negatif, aerobik, berbentuk batang (0,4-0,7 x 0,7-1,8µm) dengan satu flagel polar, koloni berlendir, cembung, dan berwarna kuning pada YDC (Yeast Dextrose Chalk Agar). X. oryzae pv. oryzae berbeda dengan patovar lain, yaitu tumbuh secara lambat pada medium agar, memerlukan 3-4 hari untuk membentuk koloni yang berdiameter 1-2 mm (Goto, 1992), sedangkan pada medium Sucrose Pepton Agar (SPA) pertumbuhan lebih cepat (Ou,1985).

Goto (1992) menyatakan, infeksi secara alami ditemukan pada rumput seperti Leersia spp. (rumput putih) dan Zizania latifolia (padi liar). Patogen menginfeksi melalui luka atau hidatoda. Sel bakteri yang masuk melalui pori air memperbanyak diri dalam epitem, diikuti dengan pembelahan secara aktif dalam pembuluh xylem. Bakteri ini tidak dapat bertahan lama dalam biji, sehingga umumnya penyakit ini tidak terbawa biji (Semangun, 2004).

Menurut Semangun (2004), dalam pertanaman, bakteri X. oryzae pv. oryzae terutama tersebar oleh hujan yang berangin. Angin tidak hanya memencarkan bakteri, tapi juga menyebabkan terjadinya luka yang dapat digunakan sebagai tempat menginfeksi tanaman. Penyakit ini dipengaruhi oleh umur tanaman, dan biasanya penyakit lebih banyak terdapat pada padi yang dipindah pada umur yang lebih muda.

Pemuliaan tanaman tahan HDB semakin sering dilakukan, yang ditujukan sebagai salah satu cara yang ekonomis dan praktis untuk mengendalikan penyakit di lapang. Namun, penggunaan varietas tahan yang terus menerus dan dalam skala luas justru akan menimbulkan terjadinya evolusi pada patogen yang mendorong timbulnya ras patogen baru yang akan lebih merugikan (Gupta et al., 2001).

Pengendalian penyakit ini cukup sulit, karena patogen juga memiliki strain yang banyak dengan virulensi berbeda dan wilayah sebaran yang berbeda pula. Sudir dan Suprihanto (2006) menyatakan bahwa telah terjadi perubahan virulensi dan pergeseran patotipe X. oryzae pv. oryzae. Tahun 1996 patotipe yang mendominasi adalah patotipe IV, tahun 1997 dan 1998 patotipe yang dominan adalah patotipe VIII (Kadir, 1999). Semangun (2004) menyatakan, bakteri ini juga berbeda dalam patogenisitasnya, yang dibuktikan dengan banyaknya strain bakteri yang memiliki sebaran dan virulensi berbeda pada berbagai varietas padi.

Virulensi menunjukkan tingkat patogenisitas suatu patogen. Setiap varietas memiliki gen ketahanan atau kerentanan yang berbeda reaksinya terhadap berbagai ras patogen dan gen virulensi atau avirulensinya. Jumlah gen yang menentukan virulensi atau avirulensi bervariasi, begitu juga jumlah gen ketahanan atau kerentanan antara satu tumbuhan dengan tumbuhan lain (Agrios, 2005).

Selama ini, telah dikenal terdapat 12 patotipe X. oryzae pv. oryzae, yang dapat diketahui berdasarkan reaksi timbal balik terhadap 5 varietas berbeda berdasarkan sistem Kozaka yang telah dikembangkan (Kadir, 1999) (Tabel 1). Setiap patotipe memiliki virulensi spesifik terhadap padi yang berbeda ketahanannya menurut konsep gen ke gen dalam interaksi inang-parasit. Setiap gen yang memberi ketahanan pada inang terdapat gen yang berhubungan dengannya pada patogen yang memberi virulensi pada patogen tersebut, dan sebaliknya (Agrios, 2005).

Tabel 1. Hubungan timbal balik 5 varietas padi dan patogen X. oryzae pv. oryzae menurut sistem Kozaka yang telah dikembangkan

Varietas Patotipe
I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII
Kencana R R R R R R R R R R R T
PB5 T R R R T T R R R T R T
Tetep T T R R T R R R T R T T
Kuntulan T T T R R T T R R R R R
Jawa 14 T T T R T T R T T T R T

Keterangan: T = tahan; R = rentan

Pembentukan patotipe juga telah terjadi di Indonesia. Pada tahun 1977 di Indonesia hanya terdapat 3 patotipe yaitu III, IV dan V, tetapi pada tahun 1996 hasil penelitian Hifni menunjukkan telah terdapat 11 patotipe X. oryzae pv. oryzae di Indonesia (Kadir, 1999). Pergeseran patotipe tersebut sangat berkaitan erat dengan perbedaan virulensi dan genetik dari X. oryzae pv. oryzae

Iklan

3 thoughts on “Hawar Daun Bakteri

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s