Hama Myzus persicae

Hama Myzus persicae merupakan kutu daun yang bersifat kosmopolitan dan polipagus. Tanaman inang yang lebih disukai di Indonesia adalah tanaman tembakau, tetapi di daerah Pulau Jawa hama ini ditemukan pula pada tanaman kentang (Kalshoven, 1982).

Myzus persicae merupakan vektor lebih dari 150 strain virus (Pracaya, 2007). Hal tersebut sesuai dengan Departemen Pertanian (2009c) bahwa M. persicae merupakan salah satu penyebar dan pembawa / vektor penyakit puru berkayu yang disebabkan oleh CVEV. Penyakit ini biasa terjadi pada tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan tanaman jeruk dengan batang bawah Rough Lemon.

Klasifikasi dari M. persicae adalah (Zipcodezoo, 2009b)

Kingdom: Animalia

Phylum  : Arthropoda

Kelas      : Insekta

Ordo       : Hemiptera

Famili      : Aphididae

Genus     : Myzus

Spesies   : Myzus persicae

Menurut Pracaya (2007) keberadaan hama M. persicae dapat mengakibatkan kualitas daun mejadi rendah karena ada embun madu beserta embun jelaga. Kutu daun ini menyerang tunas dan daun muda dengan cara menghisap cairan tanaman sehingga helaian daun menggulung. Koloni kutu mengeluarkan toksin melalui air ludahnya sehingga timbul gejala kerdil, deformasi dan terbentuk puru pada helaian daun (Deptan, 2009b).

Pada umumnya kutu daun tidak bersayap dan berwarna hijau pudar atau hijau kekuningan. Panjang lebih kurang 1,8 – 2,3 mm. Sementara itu, kutu daun dewasa yang bersayap mempunyai panjang lebih kurang 2 – 2,5 mm. Kepala dan dada kutu dewasa berwarna coklat sampai hitam dengan perut hijau kekuningan. Panjang antena sama dengan ukuran panjang tubuhnya (Pracaya, 2007).

Menurut Soelarso (1996) pengendalian M. persicae dilakukan setelah koloni kutu terlihat pada tunas, yakni dengan insektisida yang mengandung bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate ( Prefekthion, Rogor 40 EC dan Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC, Basazinoon 30 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Melathion (Gisonthion 50 EC), Confidor, dan Afugan. Sementara itu, pengendalian hayati dapat dilakukan dengan pemanfaatan musuh alami, seperti Larva lalat Syrphidae dan lembing  Chilomenes sexmaculatus dari Coccinellidae (Pracaya, 2007). Menurut Kalshoven (1982) larva Syrphidae dan larva Menochilus sp dari Coccinellidae sangat efektif sebagai musuh alami dari hama M. persicae.

Iklan

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s