Predasi dan Parasitisme

PREDASI DAN PARASITISME

A.Tujuan
1.Mengetahui tingkat predasi predator serangga hama.
2.Mengetahui parasitisme serangga hama tertentu oleh parasitoidnya.

B.Bahan dan Alat
1.Serangga predator : Sycanus annulicornis, Harmonia octomaculata, dan Verania lineata
2.Serangga mangsa : Spodoptera litura dan Apis
3.Tabung plastik
4.Cawan petri
5.karet pengikat
6.Pinset
7.Kuas kecil
8.Alat tulis

C.Landasan Teori
Parasitoid dan predator merupakan agensia pengenedali hayati serangga hama tanaman yang memiliki kisaran dala efektivitasnya. Beberapa faktor yang mendukung efektivitas parasitoid dalam pengendalian hayati antara lain :
a.Daya kelangsungan hidup yang baik.
b.Hanya satu atau sedikit individu inang yang diperlukan untuk melengkapi daur hidup.
c.Kemamuan dalam mencari inang (searching capacity)/
d.Sebagian besar parasitoid bersifat monofag atau oligifag, sehingga memiliki kisaran inang yang sempit.
Namun dari beberapa faktor yang mendukung tersebut, predator memiliki kelemahan seperti berikut :
a.Daya mencari inang sering dipengaruhi oleh keadaan cuaca atau faktor lain.
b.Parasitoid dengan daya cari tinggi umumnya jumlah telur yang dihasilkan rengah.
c.Parasitoid di alam mempunyai musih alami terutama hiperparasitoid.
d.Peran parasitisme didominsi oleh parasitoid dalam oviposisi betina untuk kelangsungan generasinya.

D.Prosedur Kerja
1.Predator dan yang tersedia dilaparkan selama dua jam pada cawan petri.
2.Mangsa sebanyak dimasukkan ke dalam cawan petri, masing-masing sebagai berikut, S. litura pada cawan petri berisi Sycanus annulicornis, Apis pada cawan petri berisi Harmonia octomaculata, dan pada cawan petri berisi Verania lineata
3.Jumlah mangsa yang dikonsumsi oleh predator diamati selama satu jam.
4.Setelah diamati kemudian dihitung tingkat predasi dengan rumus :
Tingkat predasi = ( Jumlah mangsa yang dikonsumsi / jumlah total mangsa ) x 100%

E.Hasil dan Pembahasan
Setelah melakukan pengamatan pada predator yang mengkonsumsi mangsanya dalam waktu satu jam di peroleh data sebagai berikut :
Tabel 1. Jumlah Spodoptera litura yang di mangsa oleh Sycanus annulicornis
Waktu
(menit ke-)
jumlah mangsa yang dikonsumsi
10
1
20

30

40

50

60

JUMLAH
1

Tabel 2. Jumlah Apis yang di mangsa oleh Harmonia octomaculata
Waktu
(menit ke-)
jumlah mangsa yang dikonsumsi
10
1
20

30
1
40

50
1
60

JUMLAH
3

Tabel 3. Jumlah Apis yang di mangsa oleh Verania lineata
Waktu
(menit ke-)
jumlah mangsa yang dikonsumsi
10

20
1
30

40
1
50

60

JUMLAH
2

Dari tabel –tabel di atas dapat dilakukan perhitungan mengenai tingkat predasi dari parasitoid, sebagai berikut :
a.Tingkat predasi parasitoid Sycanus annulicornis pada mangsanya Spodoptera litura.
Tingkat predasi = Jumlah mangsa yang dikonsumsi x 100%
Jumlah total mangsa

b.Tingkat predasi parasitoid Harmonia octomaculata pada mangsanya Apis
Tingkat predasi = Jumlah mangsa yang dikonsumsi x 100%
Jumlah total mangsa

c.Tingkat predasi parasitoid Verania lineata pada mangsanya Apis
Tingkat predasi = Jumlah mangsa yang dikonsumsi x 100%
Jumlah total mangsa

Pada perhitungan dapat dilihat bahwa tingkat predasi tertinggi terdapat pada parasitoid Harmonia octomaculata sebesar 30 %, pada Verania lieneata sebesar 20 % dan pada Sycanus annulicornis sebesar 10 %. Sehingga terlihat bahwa tingkat predasi tertinggi dilakukan oleh Harmonia octomaculata.
Keberhasilan semua teknik pengendalian hayati dengan parasitoid sangat ditentukan oleh sinkronisasi fenologi inang dan fenologi parasitoid di lapangan. Fase larva parasitoid hanya dapat hidup pada fase hidup inang tertentu nterutama telur dan larva. Kelanjutan hidup parasitoid sangat ditentukan oleh ketersediaan fase inangnya yang tepat. Karena itu perlu dipelajari siklus hidup dan fenologi hama dan inang sebelum dilakukan introduksi dan pelepasan di lapangan. Selain itu, berbagai pengaruh faktor lain seperti cuaca (lingkungan) dan tindakan manusia terhadap fenologi dan perkembangan populasi parasitoid dan inang hrus diperhatikan.

F.Kesimpulan
1.Musuh alami merupakan agensia hayati untuk pengendalian hama tanaman, diantaranya ialah predator, parasitoid dan patogen.
2.Tingkat predasi tertinggi ada pada parasitoid Harmonia octomaculata sebesar 30 %.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s