Idul Adha di Kampung Orang

Idul adha di kampung orang

Tidak disangka untuk Idul Adha tahun ini saya tidak bisa pulang kampung (mudik) padahal semenjak idul fitri kemarin belum pernah mudik lagi. Sebenarnya ada keraguan untuk tidak pulang, tapi ya sudahlah toh kalau pulang pun hanya cuma 2 hari di rumah. Dan akhirnya saya putuskan untuk meng-sms kakak angkatan sekaligus teman :

“mas saya fix gak jadi pulang, jadi main dan nginep di rumah mas ya, gak ngerepotin kan?”

Beberapa jam kemudian,

“Ok tenang aja tar mas jemput ke kosan setelah main bola” kira-kira begitulah pesan singkat dari mas Yoyo, teman sekaligus kakak angkatan di kampus, maklum sms aslinya sudah dihapus,hehe…

Tepat ba’da maghrib mas yoyo datang menjemput. Akhirnya meluncurlah menuju ke Kemranjen Banyumas JATENG.

Sekitar pukul 8 malam sampai juga di rumah mas yoyo, hmm.. begitu datang sudah di sediakan bakmie dan segelas wedang jahe (makasih ya Bu, Ibu mas yoyo memang baik)

Hari pertama

Awal pagi dimulai dengan gerimis dan akhirnya deras mengguyur bumi. Ya jadi pagi itu gak kemana-mana. Di rumah kami membuat jus jamu (bahan: temulawak dan campuran bahan jamu lainnya, maaf lupa) khusus buat belut (kebetulan teman saya ni peternak belut rupanya).

Hujan belum juga reda hingga ba’da dzuhur jam 2 siang kira-kira. Tidak ada kegiatan akhirnya tidur )
Banyak pelajaran yang di dapat ketika di rumah mas yoyo, saya jadi tahu sedikit-sedikit memelihara belut dan meracik makananya (termasuk siang itu saya juga bantu bikin pakan belut dari udang dan keong, uh.. seru).

Sore-sore kami berkeliling ke rumah pakde dan bude mas yoyo minta daun sirih, eh ternyata kami duberi kopi anjing (maaf bukan gak sopan tapi namanya emang gitu, kopi anjing). Pas saya coba makan fiuhhh… kecut dan asem sampai-sampai meringis dan hampir sakit perut,hehehe… (tapi kok mas yoyo suka ya???))

Menjelang maghrib ngobrol sama ibu mas Yoyo, subhanallah baik banget ibunya lho, jadi inget ibuku di rumah (hiks.. pengen pulang).

Ba’da maghrib ternyata da bibit belut baru yang baru datang. Tanpa membuang kesempatan saya ikut membantu memilih bibit yang bagus dan akhirnya tahu mana yang jantan dan betina )
Hari kedua

Sholat ied, sedih banget… ini pertama kali idul adha di tempat orang. Ya Allah kuatkan hamba-Mu ini, ini baru di Indonesia apalagi kalau nanti kuliah di luar negeri bisa bertahun-tahun gak pulang.

Alhamdulillah bisa melihat sapi-sapi yang dipotong (buat qurban), subhanllah banyak ada 6 sapi, dan saya menjadi saksi penjagalan sapi-sapi tersebut. Saat daleman (usus, hati, jantung, paru-paru, dll) dikeluarin tiba-tiba terasa pusing dan mual. Tahan.. tahan… itu yang menguatkan saya selain beristigfar waktu itu. Berabe kan kalau muntah (di halaman masjid lagi, payah).

Siang menjelang dzuhur jam 10an saya kembali terjun ke sawah (mirip bolang, mungkin terobsesi jadi bolang) cari keong dan eceng gondok untuk belut. wwaaa.. jadi kotor. Tapi subhanallah SUENENGG.

Akhirnya jam 11siang pamit pulang ma Ibu dan mas Yoyo dan sekarang (jam 17.55) lagi nulis buat blog ini. Karena sudah maghrib jadi mo sholat dulu, tar disambung lagi ya )

One thought on “Idul Adha di Kampung Orang

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s