Menjaga penampilan


Katanya pandangan pertama itu dinilai dari mulai penampilan. Well,  gue orang yang cuek banget sama penampilan, sampe akhir-akhir ini teman kontrakan gue jadi bawel banget nyuruh-nyuruh untuk mulai merawat diri. Pokoknya minggu-minggu ini jadi bawel banget, kadang gue jadi tersinggung juga lama-lama. Hahaha..

Memang sih gue kadang mandi cukup sehari sekali,, pagi-pagi doang, hahahaha.. atau parahnya malam doang. Jadi berangkat ngantor gak mandi. Tapi ya enjoy aja. Nah gue juga gak pernah pake parfum, tapi alhamdulillah untungnya gue gak bau badan. Paling bau asem, hahaha..

Tapi memang berhubung gue di HO Jakarta jadi memang wajar jika karyawannya menjaga penampilan. Tapi gue kan tetep masih harus ke lapangan (borneo) jadi gak perlu lah jaga penampilan, toh kalau balik dari lapang gue langsung gosong, buat apa jaga penampilan.

Tapi minggu ini tuh, semakin bawel aja. Yasudah lah gue ikutin beli apa-apa aja yang  dia suruh, meski gak semua gue beli yah. Gila aja, bisa saingan alat kosmetik sama emak gue.

Hari pertama setelah beli.Gak gue pake! hohoho..

Maklum lah ya,, tadi pagi bangun jam 4 subuh, tapi gue masih males banget bangun. Guling-guling gak jelas di kasur,, sampe lah 20 menit gak jelas. Terus mandi, eh lupa sikat giginya baru beli masih di kresek ruang tengah. Oke tunda sikat gigi. Setelah beres dan ganti baju, sarapanlah sereal dan susu. Ini sumpah gue sok gaya-gayaan beli. Padahal biasanya kalau berangkat kerja gak sarapan di kontrakan, paling beli roti di manggarai atau makan soto ayam di depan kantor. Oke, skip.

Setelah makan, sholat subuh, dan gosok gigi. Gue berangkat jam 05.15 dari kontrakan. Padahal biasanya gue dah berangkat dari stasiun Bogor pake kereta pemberangkatan 05.06 atau 05.16. Skip.

Sampe lah di Manggarai jam 07.30 kereta ke Bekasi pas gue turun pas berangkat. Yaudin, nunggu dapet yang jam 08.00. Fiks telat ke kantor. Semua bahan-bahan kegantengan gue praktis gak gue pake (rencana mau tak pake di toilet kantor gitu). Sampe lah di kantor jam 08.30, sementara bos gue dan staf di departemen gue dah pada dateng dan sibuk. Gue dah ditagih kerjaan juga. Oke sip,, fix langsung serius di depan komputer. Lupa sama perangkat kegantengan. Jaga penampilan? gue masih nyaman masih seperti ini,, tanpa polesan. hehe

Soal kerjaan


Soal Kerjaan Gue

Kalau ngomongin kerjaan, sebenernya sulit-sulit mudah.. Sulitnya: boros di waktu. Perjalanan Bogor-Jakarta pulang pergi selama hari kerja bikin gue tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan hal-hal pribadi yang sifatnya FUN atau mengisi waktu dengan hobi gue (lha ini sempat curhat? hahha.. gue nulis dikantor). Terlebih memiliki cukup waktu untuk aktivitas ibadah. Waktu yang paling enak untuk ngaji kan biasanya ba’da magrib atau ba’da subuh. Lha, di waktu – waktu itu gue masih di perjalanan pergi atau pulang. Gak bisa maksimal. Dan yang paling utamanya adalah menguras tenaga.

Banyak yang menyarankan untuk kost di Jakarta. Tapi jujur gue suka tinggal di Bogor yang masih bagus udaranya dan gak banjir, hehe… tapi yang paling penting gue bisa hemat. Karena di Bogor masih ada kontrakan teman (a.k.a. numpang). Lagian tinggal nunggu 2 bulan lagi sebelum gue punya kontrakan sendiri. So, mari gue jalani dulu sampai dimana batas kemampuan gue. Skip.

Balik ngomongin kerjaan, enaknya adalah gue sering perjalanan dinas, dengan begitu bisa mengunjungi tempat-tempat baru, dapat uang perjalanan dinas banyak (haahaha.. tertawa jahat) dan gaji yang lebih dari cukup dibanding waktu gue masih jadi asisten di kampus. Tapi bagaimanapun sangat bersyukur bisa bekerja di kampus dan di tempat yang sekarang. Skip.

Alhamdulillah gue juga mendapatkan bos yang baik, meski beliau sering menguji pengetahuan gue tentang pekerjaan. Tapi beliau baek sebagai pimpinan, ya sesuai porsi bos sebagaimana mestinya. Jadi gak enak kalo nanti resign. hahha.. mulai ngelantur. Ini adalah akibat gue lagi gabut di kantor, karena sebenarnya kerjaan utama gue di site. Jadi kerjaan gue di Dept Research and Agronomy. Mungkin nanti gue cerita lebih banyak. Sementara segini dulu :D

Pengumuman CPNS 2015


Prolog: Hai.. lama banget gak upload ya.. oke gue rapel semua tulisannya ya, hehe

Awal bulan Februari di kalangan temen-temen gue sedang Euforia keterima CPNS kemdikbud„ yang dimana gue adalah salah satu peserta yang gagal di level awal test. Rasanya agak-agak gimana gitu, tapi bagaimanapun gue ikut seneng dengan keberhasilan temen-temen gue yang pada lolos sampe akhir. Banyak temen yang gue kenal lolos, teman kelas gue aja 2 orang, teman deket gue 2 orang„ belum temen yang cuma kenal aja. Jadi dunia media sosial ramai mengupdate keberhasilan mereka. So malam tadi gue cukup sibuk juga menghubungi mereka satu per satu untuk mengucapkan selamat.

Any way, kalau dipikir-pikir gue juga  harus sangat bersyukur. Karena emang rencana Allah itu di luar dugaan manusia. Gue yang saat itu gak lolos CPNS untuk test pertama, kemudian keterima kerja di perusahaan swasta yang cukup besar di lingkungan pebisnis kelapa sawit. Karena tidak sedikit pengorbanan temen-temen gue yang menunggu pengumuman itu dengan harap-harap cemas menunggu kepastian. Selain itu, bisa jalan-jalan tiap bulan ke Kalimantan dengan maskapai penerbangan terbaik di Indonesia.

Terdengar seperti menghibur diri ya? hahhaa.. tapi bener meski sempat kecewa dengan ketidaklolosan gue, tapi sebagai umat yang percaya bahwa tiap orang sudah diberi jalan masing-masing oleh Tuhannya, maka gue harus berlapang dada dan juga mensyukuri apa yang telah gue dapat selama tiga bulan ini. Terutama gaji yang cukup besar dibandingkan sebelumnya (asisten di kampus). Karena sampai saat ini gue dapat 2 rejeki yaitu pekerjaan tetap dan calon istri. Hahahha…

Penelitianku [belum] Selesai


Dua bulan lebih menghilang. semenjak 23 Mei (postingan saya terakhir) akhirnya saya membuka akun wp ini.

Kemana kah selama ini? Ngurusin cendawan.

Sudah selesaikah penelitiannya? BELUUMM.. :'(

1073704_10200963783714297_942848129_o

Gambar. Uji antagonis cendawan endofit terhadap Phytophtora capsici

[Izinkan saya curcol ya #tsaaah..]

Saya ingat betul, menjelang lebaran tahun lalu saya menyimpan isolat cendawan saya di Klinik Tanaman, maka menjelang lebaran tahun ini, saya masih mengurusi cendawan. TEPAT 1 TAHUN. Namun, ternyata kenyataan berkehendak lain, pasca lebaran di Lab Mikologi Tumbuhan terjadi kontaminasi besar-besaran oleh Trichoderma harzianum, akibat kelalaian salah seorang anggota lab, sehingga isolat kami ikut terkena imbas. Kemudian mengulang penelitian.

Sementara itu, teman dari Mayor (program studi) lain (Ekonomi Sumberdaya Lingkungan, Perencanaan Wilayah Pedesaan, Klimatologi Terapan, Agronomi dan Hortikultura) sudah sidang kelulusan dan meraih gelar magister. Bahkan baru-baru ini dari Mayor Entomologi yang notabene masih 1 departemen dengan mayor saya sudah ada yang seminar hasil penelitian. Hadeuh.. tambah Galau..

Kadang banyak mencari alasan bahkan menyalahkaan, tapi sudahlah, bagaimana pun saya harus menyelesaikan penelitian ini, toh tinggal penelitian aja. Insya Allah, target awal 2014 sudah selesai. Aamiin..

Membiasakan perkataan yang baik-baik


???????????????????????????????FOTO: Lokasi kawah mati saat perjalanan ke kawah ratu

Pertama dipuji, kemudian mulai banyak meminta dan menuntut. Kemudian dihakimi ramai-ramai, diakhiri dalam meminta maaf dengan beragam bumbu persahabatan. Aneh dan abaikan.

***

Katanya, pas saya nonton film Taare Zamen, film tentang anak dileksia yang selalu diremehkan orang tuanya, Untuk memusnahkan pohon dihutan bisa hanya dengan cukup dicaci maki setiap hari, karena lama kelamaan pohon tersebut akan layu dan mati.

Mungkin begitu pula dengan manusia, ketika terus dihakimi dengan kata-kata negatif, semisal, maaf, bodoh atau nakal. Kemungkinan yang terakumulasi di alam bawah sadarnya akan demikian. Heu.. semoga gak ngaco bahasannya,, kuliah di pertanian sih, bukan di psikologi,hahaha..

Marilah tutup dengan hamdallah kegejean postingan saya, untuk membiasakan perkataan,sebutan, atau panggilan yang baik kepada orang di sekitar kita. Mari tidur.

Dramaga, 23 Mei 2013

22.03 WIB

Ujung penantian


45101_1456769016694_1157413712_31198658_3188990_n

Pantai Menganti, Kebumen. 3 tahun yang lalu.

Disana. Kamu berteriak melawan deburan ombak. Melepaskan bebanmu.

“Kapan kamu merasa rindu, Van?” tanya diriku.

Aku terdiam. Kemudian ku jawab sendiri, “Saat hatiku bergemuruh dan membuncah pada penantian akan sebuah pertemuan ”.

29949_1374212912843_1157413712_30986024_7372229_n3 sekawan di Pantai Menganti, Kebumen.

Tak disangka dari kita bertiga satu per satu penantiannya telah berujung. Selamat untuk Nurokhman yang telah menjadi seorang ayah dari seorang putri kecilnya dan Ipung yang tinggal hitungan minggu menggenapkan dien-nya.

…Barokallohu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fiikhoir….

 

Sahabat dan Es Krim


Perpisahan adalah keniscayaan, maka layaknya es krim nikmati saja sebelum ia benar-benar mencair. #kagak nyambuung.. by the way, ni es krim goreng teraneh yang pernah di lihat.

524632_4917382539453_2054978308_n

Jadi.. nikmati tiap episode lembaran sejarah yang indah bersama sahabatmu.

936115_4715329172395_1035505194_n (1)Sambil nulis, tak persembahkan sebuah lagu dari edcaustic:

SEPOTONG EPISODE

sebuah kisah masa lalu hadir di benakku saat kulihat surau itu
menyibak lembaran masa yang indah bersama sahabatku

sepotong episode masa lalu aku, episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu, merubah arahan langkah di hidupku

setiap sudut surau itu menyimpan kisah, kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan, bersama mencari cahayaMu