PROGRAM CELL DEATH (KEMATIAN SEL) SEBAGAI MEKANISME PERTAHANAN TANAMAN TERHADAP PATOGEN
Tahukah anda bahwa untuk mempertahankan diri, tanaman rela untuk mematikan sebagian selnya ?? Ya, Benar. Ini terjadi saat patogen menyerang, untuk mencegah perkembangan patogen maka ia merelakan bagian tubuhnya yang diserang untuk dimatikan supaya patogen ikut mati juga.
Hmm.. mari saya uraikan lebih lanjut.
Memancing DNA kromosom bakteri!
Yah betul.. mancing lagi,, kalau dulu mancing nematoda maka hari ini saya posting mancing DNA, hee.. sebenarnya gak tepat disebut mancing DNA, tapi supaya lebih familiar dan mudah dimengerti ya ndak apalah ya saya sebut begitu.
Salah satu acara praktikum bakteri patogen tanaman yang saya lakukan salah satunya adalah mancing DNA (Purifikasi DNA Kromosom Bakteri). Nah, purifikasi ini bertujuan untuk memisahkan pragmen DNA dari sel bakteri. Nantinya bisa dipakai untuk uji lainnya.
Beberapa hasil dokumentasi mancing DNA bakteri dapat dilihat di bawah ini:
Memancing Nematoda di bawah Mikroskop
Anda suka memancing?
Cobalah aktivitas satu ini… memancing nematoda,, suatu binatang yang tubuhnya menyerupai benang (cacing yang sangat kecil) dan berinteraksi dengan tanaman, umumnya sebagai parasit tanaman dan menyebabkan penyakit pada tanaman, misalnya penyakit puru pada akar. Berikut aktivitas memancing nematoda :
Baca Lanjutannya…
Dosen Amrik : Diagnosis Virus Tanaman
Siang ini ada hajatan lumayan lah di departemen PTN, khususnya mayor fitopatologi sebab ada dosen tamu dari Washington State University mengadakan kuliah umum, dilanjut seminar dan lab demonstration besok jum’at.
Awalnya saya kira kalo dari Amrik, karena asal kampusnya Washington State University yang ngajar pasti bule berkulit putih, bermata biru dan berambut pirang. Tapi rupanya Doktor satu ini (mungkin) warga amrik keturunan india atau pakistan atau sekitar asia selatan lah.
Well, bukan ras yang akan saya bahas, tapi kesan pesan dan ilmu yang didapat tadi siang.
Kuliah umum dengan tajuk “Current Techniques Identification of Plant Disease Diagnostic” sebenarnya sudah dikabarkan jauh-jauh hari oleh dosen saya. Dan,, saya adalah orang yang sangat interest dengan acara tersebut.
Pertama, dosennya dari luar negeri, gayalah yaa…hehe
Kedua, memang tertarik sama virus yang diajarkan di matkul fitopatologi (itu baru sebagian, kalau mau memperdalam banget harus ambil matakuliah Virologi (ilmu yg mempelajari virus)).
Ketiga, saya bingung. Setelah saya mengaku pada ketua mayor dan dosen mau meneliti cendawan sebagai bahan tesis, sekarang malah melirik yang lain sebagai bahan penelitian, virus sama bakteri.. sampai saat ini masih galau.
Kembali ke kuliah umum. >>
Siang tadi kami mendapatkan ilmu mengenai Diagnosis of Plant Viruses.. wow,.. kuping saya hanya mampu menangkap beberapa informasi atau penerangan dosen tamu dalam bahasa inggris..
setengah jam pertama, masih okeh.. semangat mendengar ceramah dan meringkas ulasan dosen.. masih ngerti..
setengah jam kedua, mulai kabur pendengarannya,hehe… selain pake bahasa inggris yang kuping kita gak terlatih sama bahasa itu ditambah ruangan yang remang-remang hanya cahaya proyektor jadi suasana menyebabkan kantuk.. tapi masih bisa ngerti. dikit-dikit,hehe
setengah jam ketiga, jujur mulai agak bingung dengan penjelasa tahapan immunoassay baik yang serologi maupun yang moleculer.. hanya bisa melihat gambar dan teringat penjelasan dikuliah fitopatologi tentang diagnosis virus.
sesi tanya jawab. Mulai mata ni melotot lagi,, lampunya dinyalain jadi terang banget,hehehe… silau… Tapi luar biasa melihat animo teman2 saya yang semangat bertanya dalam bahasa inggris,, dosen tamunya sabar mendengar pertanyaan yang mungkin dibenaknya beliau bialng, ni maksudnya apa toh.. Tapi alhamdulillah diskusi lancar..
Secara Garis Besar… ringkasan singkat dari kuliah umum tadi adalah bahwa, tahapan dalam mendiagnosis virus tanaman adalah sebagai berikut:
1. Bioassay / uji biologi, melalui
a. Uji penularan (mekanis, penyambungan, vektor)
b. Uji kisaran inang
c. Uji pada tanaman indikator
2. Diagnosis morfologi dengan menggunakan mikroskop elektron
3. Immunoassay / uji serologi dengan ELISA (Enzyme-linked Immunosorbent Assay)
4. Deteksi Molekuler dengan PCR (Polymerase Chain Reaction)