SURAT UNTUK KAWAN DI MENARA IMPIAN*

Teruntuk kawan terbaikku

Di Bumi Perjuangan

Jangan meremehkan impian.. setinggi apapun.. sebab Tuhan Maha Mendengar. Kawan.. tahukah kamu, sedikit bergidik saya mendapatkan kalimat itu tadi sore.

Mencoba mengurai keberhasilan kalian yang terlebih dahulu mengecapnya membuat saya semakin termotivasi menjadi lebih ‘beda’ menjalani cara untuk meraih kesuksesan saya, berazzam untuk berusaha diatas rata-rata orang lain.

Melongok keberhasilanmu meraih berbagai hal dan menjejakkan kaki di belahan bumi lain membuat hati mencuatkan rasa iri, tapi kemudian termotivasi. Seperti halnya kalimat pembukaku tadi, Jangan meremehkan impian.. setinggi apapun.. sebab Tuhan Maha Mendengar. Dulu, lamat-lamat dalam sujudku aku panjatkan do’a panjang.. pun saat ingin melanjutkan studi.. hampir tiap 5 waktu aku hembuskan beriringan dengan tarikan nafas saat bermunajat kepadaNya, hingga terdengarlah pintaku dan dikabulkanNya, meski hanya di dalam negeri. Harapanku ini harus terulang kembali untuk yang kedua, ketiga, dan seterusnya.

Kawan terbaikku…

Aku sadari betul dibanding dirimu semua yang melekat padaku jauh lebih kecil, kecuali hati, semangat, dan kepercayaan diriku yang sedemikian besar. Hingga akhirnya, ingin aku merangkai keajaiban tekad dan usaha, keajaiban restu orang tua, dan keajaiban do’a menjadi kesuksesan yang dapat menghantarkan aku berirangan dengan mu yang telah menapaki menara impian. Sungguh do’a itu didengar Tuhan, tapi dia berhak mengabulkan dalam berbagai bentuk. Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau diganti dengan yang lebih cocok dengan kita.

Salam Perjuangan

Kawanmu di kota hujan

Evan P. Ramdan

 

Pukul 21.50 di bilik perjuangan

*) Sumber inspirasi dari Buku Ranah 3 Warna karya A. Fuadi dan kawan2 yang sedang dan telah meninggalkan jejaknya di eropa dan asia.

About these ads

About Evan

Sungguh saya adalah orang spesial, sebab tidak akan ada seseorang yang mampu mengalamai pengalaman yang persis dengan saya lalui.

11 responses to “SURAT UNTUK KAWAN DI MENARA IMPIAN*”

  1. Orin says :

    Ayo semangat Van ;)

  2. Evan says :

    Teh Orin : hatur nuhun teh,hheheee.. yok smangat bareng

  3. Budi Setiawan says :

    Inspiring mas Evan, sampai bertemu dgn menggenggam impian kita mas. Insya Allah Bisa. Aamin.

  4. hadianirahmi says :

    NICE POSTING EVAN,, semangaatttt dan selalu tersenyumm yahh,, :D
    semoga sukses di kota hujaaan, kuliah yg rajin yaah dek,hehe,cari wawasan dan ambil kesempatan sebanyak banyaknya.. :)

    regard,
    ur sist’
    -Rahmi-

  5. Evan says :

    Mas Budi : aamiin.. itu lah mas.. mimpi saya bergesekan dengan berbagai kekurangan yang saya miliki,, tapi segala sesuatu nya bisa diusahakan, insya allah.. ada jalan.. tetap menjadi inspirasi saya ya mas
    Teh Rahmi: teteh… saya terharu sangat… mohon do’akan adikmu ini ya teh…. supaya tegar menjalani perjuangan ini.. aamiin ya Rabb…

  6. ~Amela~ says :

    benar mas,. kita memang bisa bermimpi dan bercita-cita,, tapi Tuhan selalu lebih tahu mana yang lebih baik buat kita

  7. Dhenok says :

    teruslah berusaha, berjuang untuk terus memberikan yang terbaik.. Tuhan melihat proses kawan, bukan hasilnya.. semoga mimpi kita bisa kita raih.. caiyou!! ^^

  8. Evan says :

    Amelia : yap betul mel.. Tuhan tahu mana yang terbaik buat kita
    Mbak Dhenok: makasih ya mbak. memang proses itu yang paling penting

  9. Mega Dewana Putri says :

    Going the extra miles. I’malu fauqa ma’milu… Bekerja di atas rata-rata…

    Dan atas do’a-do’a yang kita panjatkan, bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan (Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah)

    Semangat Akh Epan \(^_^)/

  10. Kakaakin says :

    What? Novel itu? Aku sudah punya lama, tapi belum dibuka (bungkus plastiknya) :( *parah dah

  11. Bobby says :

    Inspiring Note akh Evan.. sepakat dengan antum, doa adalah kekuatan terbesar dan modal awal yang selalu beriringan dengan niat serta ikhtiar, terlebih lagi kita mampu mengakumulasikan kemudian menginvestasikan doa2 dari keluarga dan para saudara/i kita.. caranya cukup dengan tulisan seperti ini yang kemudian di share, tanpa sadar dan diketahui penulis, doa senantiasa mengalir dari hati ikhlas para pembacanya.. Barakallah akhi, semoga Allah memudahkan impian kita semua..

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: