Pemanfaatan Kulit Telur

Pemanfaatan kulit telur, khususnya dalam bidang pertanian, yaitu sebagai pengendali organisme penyakit tanaman, saat ini belum mendapat perhatian. Menurut data World Intellectual Property Organization (2009), di Amerika Serikat, ada sekitar 190.000 ton kulit telur yang terbuang, yang dari jumlah ini, sekitar 120.000 ton dihasilkan dari industri pengolahan makanan dan sekitar 70.000 ton dihasilkan dari penetasan telur. Sementara itu, di Indonesia produksi kulit telur akan terus berlimpah selama telur diproduksi di bidang peternakan serta digunakan di restoran, pabrik roti dan mie sebagai bahan baku pembuatan makanan. Menurut data Direktorat Jenderal Peternakan (2009), produksi telur Jawa Tengah  dan Indonesia tahun 2009, masing-masing sebesar 140.459 ton dan 1.013.543 ton.

Kulit telur kering mengandung sekitar 95% kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram (Butcher dan Miles, 1990). Sementara itu, Hunton (2005) melaporkan bahwa kulit telur terdiri atas 97% kalsium karbonat. Selain itu, rerata dari kulit telur mengandung 3% fosfor dan 3% terdiri atas magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga (Butcher dan Miles, 1990). Kandungan kalsium yang cukup besar berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman (Gambar 2).

Hasil analisis kandungan kulit telur di Laboratorium tanah menunjukkan kandungan kalsium terdiri atas kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium, masing-masing sebesar 0,121; 8,977; 0,394; 10,541% (Lampiran 3). Kalsium (Ca) pada tanaman berperan untuk merangsang pembentukan bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium pada daun dan batang berkhasiat menetralkan senyawa atau menyebabkan suasana yang tidak menguntungkan pada tanah (Lingga dan Marsono, 2007).

                                       A                                                B

Gambar 2. Kulit telur ayam. A) Sebelum digiling, B) Setelah digiling, berbentuk tepung.

Kemampuan kalsium untuk meningkatkan ketahanan tanaman tidak terlepas dari peranannya memengaruhi kerja enzim dalam metabolisme tanaman. Hal tersebut disebabkan dalam sistem metabolisme tanaman dihasilkan senyawa metabolit sekunder, seperti fenol, fitoaleksin, dan flavanoid, yang dapat menghambat perkembangan patogen (Irawati, 2001). Widyawati et al. (2008) melaporkan bahwa pemupukan unsur kalsium taraf 4 g per polibag mampu memacu ketahanan tanaman panili terhadap penyakit di pembibitan. Pemupukan unsur kalsium juga dapat berpengaruh terhadap hasil produksi tanaman tomat, yaitu meningkatnya volume dan bobot buah. Selain itu, berpengaruh juga dalam menekan terjadinya keretakan buah pada tanaman tomat (Hadi dan Rugayah, 2004).

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Kim et al. (2008) menunjukkan bahwa pencampuran tanah dan tepung kulit telur pada komposisi 1 : 20 mampu menekan penyakit akar gada, yang disebabkan oleh Plasmodiophora brassicae sebesar 58,5% dan memengaruhi pertumbuhan kubis Cina lebih baik. Hal ini senada dengan data dari World Intellectual Property Organization (2009), penambahan tepung kulit telur pada medium pertumbuhan dengan konsentrasi 0,125; 0,250; 0,50; dan 1,0%; kemudian medium diinokulasi dengan Listeria monocytogenes, jamur, ragi, bakteri asam laktat, Pseudomonas, dan Escherchia coli, efektif dalam penghambatan organisme patogen dalam medium pertumbuhan di laboratorium.

Daftar Pustaka

Butcher, G.D. dan R. Miles. 1990. Concepts of Eggshell Quality. (On-line). http://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/VM/VM01300.PDF  1990 diakses tanggal 22 Oktober 2009.

Hadi, S. dan Rugayah. 2004. Pengaruh Aplikasi Kalsium terhadap Mutu Fisik dan Produksi Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) yang Ditanam sebagai Tanaman Sela di Pertanaman Karet. Laporan Penelitian. (On-line). http://digilib.unila.ac.id/…/laptunilapp-gdl-res-2006-hadimsyams-94-2004_lp_-1.pdf diakses tanggal 22 Oktober 2009.

Hunton, P. 2005. Research on Eggshell Structure and Quality: An Historical Overview. Brazilian Journal of Poultry Science. (On-line). http://www.scielo.br/pdf/rbca/v7n2/a01v7n2.pdf diakses tanggal 22 Oktober 2009.

Irawati, A. F. C. 2001. Pengimbasan Ketahanan Tanaman Tomat terhadap Penyakit Layu Bakteri dengan Pseudomonas putida dan Strain Avirulen Ralstonia solanacearum. (On-line). http://www.mti.ugm.ac.id diakses tanggal 20 Oktober 2009.

Kim, B., T.H. Lim, Y.H. Kim, S.H. Park, S.H. Lee, dan B. Cha. 2008. Effects of Eggshell Powder on Clubroot Disease Control and The Growth of Chines Cabbage. (On-line). http:// libnts. avrdc. org.tw /scripts /minisa.dll/ 144/VAVLIB/VAVLIB_SDI_REPORT/SISN+29649?SESSIONSEARCH diakses tanggal 22 Oktober 2009.

Widyawati, W., W.Q. Mugnishah, dan A. Dhalimi. 2008. Pengaruh Pemupukan Kalsium dan Magnesium terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Panili (Vanilla planifolia Andrews) di Pembibitan. (On-line). www. kecubung6. com/ index2. php? Option= com_ content & do _ pdf  = 1 & id = 219  diakses tanggal 22 Oktober 2009.

World Intellectual Proverty Organization. 2009. Method  of Producing Eggshell Powder. (On-line). http:// www. wipo. Int /pctdb/ en/ wo.jsp? KEY= 04%2 F105912.050203&IA=US2004016913&DISPLAY=DESC diakses tanggal 20 Oktober 2009.

About these ads

Tentang Evan

Sungguh saya adalah orang spesial, sebab tidak akan ada seseorang yang mampu mengalamai pengalaman yang persis dengan saya lalui.

One response to “Pemanfaatan Kulit Telur”

  1. bob prima says :

    Mau tanya, bagaimana jika cangkang telur diolah menjadi Bio Energi?
    (Salam dari kami SMKN UNGGUL DAN TERPADU LAMPUNG)

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: