Benih Jagung Hibrida

Benih jagung hibrida dihasilkan dengan cara persilangan galur-galur murni yang telah dikembangkan dengan cara inbreeding dan seleksi selama sedikitnya 5 generasi (Mugnisyah, 1990). Cara inbreeding akan mengakibatkan:

  1. penekana vigor (Inbreeding depression)
  2. peningkatan keseragaman pertumbuhan (munculnya dominasi homozigot)
  3. penampakan gen-gen resesif yang tidak diinginkan, tetapi dapat dihilangkan dari populasi.

Produksi benih jagung hibrida dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yaitu (Mugnisyah,1990):

  1. Produksi hibrida persilangan tunggal jagung
  2. Produksi hibrida persilangan ganda dan tiga jagung
  3. Produksi hibrida jagung menggunakan faktor pemulih sterilitas (Restorer)

Produksi benih bertujuan untuk menghasilkan benih dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih. Dalam produksi benih diperlukan prinsip-prinsip berikut:

  1. persyaratan lahan produksi

Ada 2 persyaratan utama lahan produksi benih, yaitu:

  1. lahan subur dan cukup tersedia air, untuk memproduksi benih umumnya dilakukan diluar musim tanam karena untuk memeneuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya, air harus tersedia baik secara teknos melalui irigasi atau secara alami sebagai lahan tadah hujan
  2. lahan bersih dan bebas dari varietas lain, untuk menghindari pencampuran varietas sebaiknya dicaritahu jenis dan varietas tanaman apa saja yang pernah ditanam sebelumnya
  3. benih sumber

Benih sumber yang akan digunkan haruslah bermutu tinggi dan jelas asal usulnya.

  1. Isolasi waktu dan jarak

Isolasi waktu dan jarak merupakan perlindungan terhadap penyerbukan silang oleh varietas lain, baik dari dalam maupun dari sekitar lahan produksi

  1. Teknik budidaya dan produksi benih

Teknik produksi benih berbeda dengan produksi non benih yang terletak pada prinsip genetiknya, dimana aspek ekmurnian genetiknya menentukan kelulusan dalam sertifikasi. Teknik budidaya secara internal dilakkukan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh balai pengawas dan sertifikasi benih (BPSB) dalam bentuk pengawasan di lapang. Teknik budidaya mulai dari pengolahan tanah sampai panen antara teknik budidaya produksi benih dan non benih relatif sama.

Jagung merupakan tanaman menyerbuk silang, oleh karena itu isolasi jarak atau pun waktu merupakan hal yang sangat penting dalam memproduksi benih jagung bersertifikat. Isolasi jarak seluas 200meter sedangkan isolasi waktu minimal 3 minggu.

Teknik budidaya produksi jagung hibrida sehingga menghasilkan benih hibrida adalah:

  1. Persiapan lahan

Persiapan lahan meliputi pemilihan lahan tanam dan pengolahan lahan tanam, serta penentuan jarak tanam. Lahan yang akan ditanami harus memenuhi isolasi jarak dan waktu. Hal ini dimaksudkan agar antar tanaman jagung tidak terjadi penyerbukan silang. Isolasi jarak yang diperbolehkan adalah tidak kurang dari 200 meter, sedangkan isolasi waktu yang diperbolehkan adalah 3 minggu. Jarak tanam antara antan adalah 15 cm dan jarak tanam antara betina adalah 20 cm. pengolahan lahan dilakukan supaya lahan yang akan ditanami menjadi gembur.

  1. Persiapan benih sumber

Persiapan benih sumber ini meliputi pemilihan benih dan menghitung kebutuhan benih. Benih yang dipakai pada praktikum adalah berasal dari perusahaan penangkar benih Sang Hyang Sri yang tidak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya.

  1. Penanaman dan perawatan

Sebelum dilakukan penanaman, tanah dilubangi sedalam 2-5 cm terlebih dahulu. Masing-masing lubang di tanami 2-3 benih. Dalam pembuatan benih hibrida ini, di gunakan tiga tetua, 2 betina dan satu jantan. Waktu tanam antara benih jantan dan betina berbeda dikarenakan benih betina lebih cepat tumbuh daripada benih jantan. Jarak antara jantan dan betina adalah 30 cm. hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyerbukan silang .

Benih yang telah ditanam perlu dirawat supaya perkembangannya lebih baik. Perawatannya berupa pemberian pupuk, penyiangan dan pembumbunan. Penyiangan dilakukan seperlunya, yaitu apabila ada gulma yang tumbuh. Pembumbunan dilakukan supaya tanaman yang telah tinggi tidak rebah. Pembumbunan biasanya dilakuakn 15 hari setelah tanam.

  1. Pengamanan kemurnian genetis

Untuk menjaga kemurnian genetis, produksi benih hibrida dilakuiakn dengan cara:

  1. Isolasi
  2. Roguing

Roguing dilakukan dengan cara membuang tanaman yang diragukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyerbukan tanaman tetua betina oleh tanaman yang tidak dikehendaki, damn pembentukan benih bukan dari tanaman tetua yang diinginkan.

  1. Penggunaan tanaman induk steril

Tanaman induk steril merupakan tanaman tetua betina yang steril bunga jantannya, baik secara alamiah maupun buatan. Tanaman tetua yang steril jantan, maka tidak akan terjadi persilangan sendiri.

Steril jantan merujuk kepada suatu bunga atau tanaman yang tidak menyebarkan serbuk sari hidup. Sterilitas sitoplasmik ditentukan oleh kondisi sitoplasma tetua betina. Sitoplasma steri Cms menghasilkan keturunan steril jantan. Tanaman yang bersitoplasma normal menghasilkan serbuk sari yang normal tetapi tidak memulihkan kembali fertilitas dari tanaman Cms.

Sterilisasi jenetik sitoplasmik, faktor pemulih (restorer) yang dikendalikan secara genetis yaitu Rf, akan memulihkan kembali fertilitas kepada keturunan CmsxRf. Semua tanaman yang RfRf dan Rfrf akan fertil jantan tanpa memandang kondisi sitoplasmanya. Galur-galur fertil jantan yang tidak memulihkan fertilitas disebut galur pemelihara (maintaner lines). Karena galur-galur steril jantan dan pemelihara sama secara genetis, kecuali untuk sifat steril jantan benih yang dihasilkan bukanlah hibrida.

  1. Emaskulasi/Detaseling

Yaitu pembuangan bunga jantan dari tanaman tetua betina yang belum dewasa.

  1. Menutup bunga betina

Bunga betina tanaman tetua ditutup agar tidak diserbuki oelh serbuk sari lain yang tidak dikehendaki.

  1. Penataan letak tanaman induk

Tata letak pertanaman induk disesuaikan dengan jenis hibrida yang akan dihasilkan. Untuk menghasilkan hibrida jagung persilangan tunggal, tat letakl pertanaman mengikuti pola 2:1, yaitu setiap dua baris tanaman tetua betina jagung  berselang dengan 1 tetua jantan jagung.

  1. Panen

Ciri tanaman jagung sudah waktunya dipanen adalah kelobotnya sudah berwarna putih kecoklatan dan tidak meninggalkan bekas apabila bijnya ditekan menggunakan kuku.

Praktikum pembuatan benih hibrida jagung yang dilakukan di lahan SRDC (Soybean Research Development Center) ini telah dilakukan selama ±4 bulan dengan hasil yang kurang memuaskan. Benih hibrida yang diharapkan ternyata hanya sedikit. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah terlambatnya pemotongan bunga jantan pada tetua betina (detaseling) sehingga terjadi penyerbukan sendiri.

Detaseling seharusnya dilakukan ketika bunga jantan baru muncul sebagian supaya tidak terjadi penyerbukan yang tidak diinginkan. Pada saat detaseling praktikan harus teliti memeriksa perbaris tanaman agar tidak ada satu pun bunga jantan yang terlewati. Selain itu, pada saat musim muncul bunga jantan, praktikan harus mengecek tiap saat, karena pemunculan bunga jantan tidak serentak. Detaeling bisa dilakukan dalam kurun waktu 5-10 hari.

Detaseling biasanya dilakukan secara mekanis dengan mesin pertanian,  sedangkan dengan cara pencabutan biasanya dilakukan dengan tangan. Praktek di lapangan, pencabutan dilakukan terhadap sisa bunga jantan yang tidak terpotong mesin pertanian karena ketidakseragaman waktu pemunculan bunga.

Teknik pembuatan jagung hibrida yang telah dilakukan selama ini tidak sesuai dengan teknik yang tercantum pada literatur. Teknik pembuatan benih hibrida yang telah dilakukan tidak memenuhi syarat. Salah satu syarat yang tidak terpenuhi tersebut adalah tidak adanya isolasi jarak dan waktu. Isolasi jarak pada pembuatan benih hibrida seharusnya 100 meter dari lokasi lahan dan isolasi waktu sebaiknya 3 minggu. Selain isolasi jarak dan waktu, pertanaman jagung juga tidak dirawat dengan baik dan benar.

About Evan

Sungguh saya adalah orang spesial, sebab tidak akan ada seseorang yang mampu mengalamai pengalaman yang persis dengan saya lalui.

9 responses to “Benih Jagung Hibrida”

  1. kristian says :

    lebih komplit lagi napa

  2. zharief says :

    boss saya tertarik untuk membuat benih jagung sendiri. dimana sy bisa memperoleh bibit jantan dan betinanya. bagi yg punya informasi tsb mohon sms ke 085247105858

  3. m.frmansyah says :

    jenis benih apa yang baik di daerah dataran rendah khususnya jagung.

  4. cahyo says :

    gimana caranya bikin benih jagung yg tanpa ada resiko tinggi dalam pembibitan

  5. dhika says :

    gg lengkap

  6. Alvin says :

    Pke pestisida apa sbelum di bungkus ,,stelah panen

  7. agus bangka says :

    postingannya bagus mas
    pas dengan keperluan tugas kuliah
    mas,link saya boleh gak nongkrong di daftar sahabat andah :)

  8. Herbar anti ejakulasi dini says :

    Postingannya bagus pak.. kenetulan di daerah saya banyak yg membutuhkan info tentang jagung. terimakasih.

Trackbacks / Pingbacks

  1. Benih Jagung Hibrida « literaturpertanian - 24 Juni 2012

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: