Biobakterisida Streptomyces spp. S4

Biobakterisida adalah pestisida yang mengandung mikroorganisme seperti bakteri dan virus serta memiliki sifat patogenik terhadap bakteri patogen. Pemanfaatan biobakterisida merupakan salah satu alternatif dalam pengendalian patogen. Selain ramah terhadap lingkungan, biobakterisida juga dapat menutupi kekurangan suplai bahan aktif pestisida dan meningkatkan daya saing ekspor produk pertanian (Yulifianti, 2008). Beberapa bakteri yang telah banyak dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pengendali bakteri patogen tanaman adalah Bacillus sp., Pseudomonas fluorescens, dan Streptomyces spp. Selain sebagai agens pengendali hayati, bakteri ini juga dapat berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Rhizocacteria / PGPR) (Desmawati, 2006).

Streptomyces spp. merupakan genus paling besar dari ordo Actinomycetales yang termasuk gram positif (Tyo, 2008). Genus ini kebanyakan dapat ditemukan di tanah dan tumbuhan yang membusuk. Streptomyces spp. memiliki bau khas yang dihasilkan dari metabolisme dan geosmin yang menguap (Agrios, 2005). Streptomyces spp. merupakan bakteri penghuni tanah yang membentuk miselium bercabang-cabang dengan ukuran antara 0,5-2,0 µm dan membentuk rantai spora pada ujung hifa udara dengan diameter 0,5-2,0 µm. Streptomyces spp. bersifat aerobik, oksidatif, dan sedikit asam yang diakumulasi dalam medium (Goto, 1992).

Menurut Agrios (2005), klasifikasi bakteri ini adalah:

Kingdom       : Procaryotae

Divisi             : Firmicutes

Kelas            : Thallobacteria

Genus            : Streptomyces

Spesies : Streptomyces spp.

Kinkel et al. (2008) menyatakan bahwa Streptomyces spp. non-patogenik yang diisolasi dari tanah tertindas menghasilkan antibiotika yang dapat membunuh S. scabies dan beberapa jenis jamur secara in vitro. Aplikasi isolat Streptomyces spp. terhadap patogen kudis kentang di ladang yang berlokasi di Minnesota dan Wisconsin menghasilkan pengurangan yang nyata pada penyakit kudis kentang. Streptomyces spp. antagonis tersebut dapat mengurangi populasi patogen S. scabies kurang lebih 50%.

Menurut Lestari (2007), Streptomyces spp. yang berperan sebagai bakteri antagonis  memiliki kemampuan menghasilkan senyawa anti mikroba. Soesanto (2008) menyatakan bahwa mekanisme penghambatan agens pengendali hayati adalah cara kerja agens pengendali hayati di dalam mengendalikan patogen tanaman. Cara kerja yang dilakukan oleh agens tersebut biasanya menggunakan hasil metabolisme sekunder, baik berupa antibiotika, toksin, enzim, atau hormon, serta tanpa melibatkan hasil metabolisme tersebut.

Menurut Shimizu et al. (2000), beberapa antibiotika yang dihasilkan Streptomyces spp. adalah metabolit sekunder (alnumisin, Phythoxazolin A dan B-D), antibiotika polyene, vinilamisin, dan geldamisin. Selain menghasilkan antibiotika tersebut, Streptomyces spp. juga mampu memproduksi auksin indole-3-acetid acid (IAA) yang berperan menstimulasi pertumbuhan tanaman (Tuomi et al., 1994 dalam Aryantha et al., 2004). IAA merupakan auksin yang dihasilkan mikroba berguna dalam tanah yang diperkirakan menjadi salah satu mekanisme dalam Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) (Soesanto, 2008).

Streptomyces spp. S4 adalah bakteri dari rizosfer terung yang memiliki kemampuan antagonis  cukup baik terhadap R. solanacearum secara in vitro dengan cara antibiosis dan mekanisme penghambatan secara bakteriostatik. Bakteri ini mempunyai kemampuan yang baik dalam memanfaatkan beberapa senyawa karbon (glukosa, fruktosa, maltosa, selobiosa, sukrosa, dan trehalosa), nitrogen (histidin, prolin, dan sistein), mendegradasi makromolekul (gelatin, pati, tween 80, eskulin, dan reaksi kuning telur), mampu tumbuh pada berbagai suhu (4-45 oC) dan kandungan garam, serta dapat tumbuh pada medium yang mengandung kitin dan pektin (Djatmiko et al., 2007).

About these ads

One comment

  1. ceu2 · April 18, 2010

    sy sangat membutuhkan informasi ttg senyawa atw antibiotika yg dihasilkan R. solanacearum itu ap?? krn apbl bakteri tsb dBiakkan dlm medium CPG-TTC dia akan menghasilkan warna merah muda. dmn warn tsb mrupakan pnanda dr kevirulenan dr bakteri tsb. mnurut dosen saya senyawa itu yg mnyebabkn koloni bwarna merah pd medium. makasi

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s