Penelitianku [belum] Selesai


Dua bulan lebih menghilang. semenjak 23 Mei (postingan saya terakhir) akhirnya saya membuka akun wp ini.

Kemana kah selama ini? Ngurusin cendawan.

Sudah selesaikah penelitiannya? BELUUMM.. :’(

1073704_10200963783714297_942848129_o

Gambar. Uji antagonis cendawan endofit terhadap Phytophtora capsici

[Izinkan saya curcol ya #tsaaah..]

Saya ingat betul, menjelang lebaran tahun lalu saya menyimpan isolat cendawan saya di Klinik Tanaman, maka menjelang lebaran tahun ini, saya masih mengurusi cendawan. TEPAT 1 TAHUN. Namun, ternyata kenyataan berkehendak lain, pasca lebaran di Lab Mikologi Tumbuhan terjadi kontaminasi besar-besaran oleh Trichoderma harzianum, akibat kelalaian salah seorang anggota lab, sehingga isolat kami ikut terkena imbas. Kemudian mengulang penelitian.

Sementara itu, teman dari Mayor (program studi) lain (Ekonomi Sumberdaya Lingkungan, Perencanaan Wilayah Pedesaan, Klimatologi Terapan, Agronomi dan Hortikultura) sudah sidang kelulusan dan meraih gelar magister. Bahkan baru-baru ini dari Mayor Entomologi yang notabene masih 1 departemen dengan mayor saya sudah ada yang seminar hasil penelitian. Hadeuh.. tambah Galau..

Kadang banyak mencari alasan bahkan menyalahkaan, tapi sudahlah, bagaimana pun saya harus menyelesaikan penelitian ini, toh tinggal penelitian aja. Insya Allah, target awal 2014 sudah selesai. Aamiin..

Membiasakan perkataan yang baik-baik


???????????????????????????????FOTO: Lokasi kawah mati saat perjalanan ke kawah ratu

Pertama dipuji, kemudian mulai banyak meminta dan menuntut. Kemudian dihakimi ramai-ramai, diakhiri dalam meminta maaf dengan beragam bumbu persahabatan. Aneh dan abaikan.

***

Katanya, pas saya nonton film Taare Zamen, film tentang anak dileksia yang selalu diremehkan orang tuanya, Untuk memusnahkan pohon dihutan bisa hanya dengan cukup dicaci maki setiap hari, karena lama kelamaan pohon tersebut akan layu dan mati.

Mungkin begitu pula dengan manusia, ketika terus dihakimi dengan kata-kata negatif, semisal, maaf, bodoh atau nakal. Kemungkinan yang terakumulasi di alam bawah sadarnya akan demikian. Heu.. semoga gak ngaco bahasannya,, kuliah di pertanian sih, bukan di psikologi,hahaha..

Marilah tutup dengan hamdallah kegejean postingan saya, untuk membiasakan perkataan,sebutan, atau panggilan yang baik kepada orang di sekitar kita. Mari tidur.

Dramaga, 23 Mei 2013

22.03 WIB

Ujung penantian


45101_1456769016694_1157413712_31198658_3188990_n

Pantai Menganti, Kebumen. 3 tahun yang lalu.

Disana. Kamu berteriak melawan deburan ombak. Melepaskan bebanmu.

“Kapan kamu merasa rindu, Van?” tanya diriku.

Aku terdiam. Kemudian ku jawab sendiri, “Saat hatiku bergemuruh dan membuncah pada penantian akan sebuah pertemuan ”.

29949_1374212912843_1157413712_30986024_7372229_n3 sekawan di Pantai Menganti, Kebumen.

Tak disangka dari kita bertiga satu per satu penantiannya telah berujung. Selamat untuk Nurokhman yang telah menjadi seorang ayah dari seorang putri kecilnya dan Ipung yang tinggal hitungan minggu menggenapkan dien-nya.

…Barokallohu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fiikhoir….

 

Sahabat dan Es Krim


Perpisahan adalah keniscayaan, maka layaknya es krim nikmati saja sebelum ia benar-benar mencair. #kagak nyambuung.. by the way, ni es krim goreng teraneh yang pernah di lihat.

524632_4917382539453_2054978308_n

Jadi.. nikmati tiap episode lembaran sejarah yang indah bersama sahabatmu.

936115_4715329172395_1035505194_n (1)Sambil nulis, tak persembahkan sebuah lagu dari edcaustic:

SEPOTONG EPISODE

sebuah kisah masa lalu hadir di benakku saat kulihat surau itu
menyibak lembaran masa yang indah bersama sahabatku

sepotong episode masa lalu aku, episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu, merubah arahan langkah di hidupku

setiap sudut surau itu menyimpan kisah, kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan, bersama mencari cahayaMu

PERIHAL MENYAKITI DIRI


 

Bangun pagi kemarin saya baru sadar pas ngaca ada segores luka yang cukup panjang di muka.. kayak bekas cakaran, tepatnya mungkin garukan kali ya.. tapi karena agak dalam.. jadi periiih. Beuhh… bener2 sangar.. heran apa malamnya saya garuknya yang semangat atau mungkin karena kuku panjang ya.

Ini gak terjadi sekali.

Pergelangan tangan kanan saya pernah terasa perih yang tiba-tiba pas mandi, eh, pas dilihat ada yang codet, luka cukup dalam lho, sampe berhari-hari kerasa sakit. Gak tahu penyebabnya apaan. Dan yang paling aneh lagi pernah telunjuk saya luka juga.

Ada yang salah ya? Pas tidur kali? atau pas apapun itu..

Itu sih luka-luka yang saya tidak sadari, nah pas bagian saya sadar saya terluka juga kadang-kadang suka jadi bahan pemikiran, kok bisa berturut-turut..

Kaki nginjek gunting kuku.. ni luka sampe 2 lho di telapak kaki. Tumit agak terkelupas pas kena step motor, jempol ketusuk staples pas buka nasi bungkus. Paling parah adalah saat kerja di laminar air flow (LAF) sewaktu penelitian. Karena semua harus steril, setelah ruangan di UV satu jam. Maka semua alat juga harus steril, termasuk jarum oose untuk menggores. Maka setelah dicelup alkohol saya bakar tu jarum sampe merah bara. Mungkin karena gak fokus jarumnya malah nempel di lengan kiri saya. Ya Allah.. tu pedih banget lho,, luka bakarnya baru terlihat keesokan harinya. Goresan memanjang di lengan kiri, bahaya bener.

Menambah Uang Jajan


Diantara gedung PAU dan LSI IPB, sekitar 1.5 tahun lalu. Melewati selasar PAU dan menyebrangi jalan saya temukan seorang anak usia SD, wajahnya sudah tak tergambar dalam otak saya, lupa.

Ia menghampiri dan bertanya:

“ Aa.. masjid Alhur dimana?” suaranya bening.

“ Oh, lurus terus.. tar belok kiri” ujarku.

“Mau cari botol bekas, dari tadi belum dapat. Buat uang jajan”

Jujur. Saya terenyuh, setidaknya anak tadi tidak sekedar meminta uang jajan sama orang tuanya, tapi mencarinya sendiri meski dengan mengumpulan botol bekas air mineral.

Saya bukan anak keluarga berada, tapi alhamdulillah masih diberikan kecukupan, ya namanya keluarga berkecukupan, artinya ya “cukup” tidak bisa lebih seperti orang lain, tapi itulah semua mesti disyukuri.

Mengenai mencari uang tambahan jajan, beberapa teman saya ada yang cukup kreatif dengan mengumpulkan paku menggunakan magnet dan dijual ke tempat rongsok, membuat layangan terus dijual ke teman sepermainan bahkan berjualan es.

Baik motifnya sekedar mendapat tambahan uang jajan sambil main atau membantu perekonomian keluarga tentunya beberapa teman masa kecil saya ini setidaknya sudah terbiasa mandiri.

Bersama Mewujudkan Harmoni, HIMMPAS IPB


20 April 2013

Nah ini dia agenda di luar kampus, paling senang jika ada agenda yang dilaksanakan di luar kampus. Bertempat di Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia (YAPIPI) Ciomas, Bogor, kami melaksanakan Musyawarah Besar HIMMPAS IPB. Senang, karena tempatnya mirip wisata alam, jadi lumayan buat refresh.

920578_10151412314117913_692250750_o

Gambar 1. Kelompok putra berfoto bersama

902560_10151412311412913_2014029766_o

Gambar 2. Berfoto di tepi kolam ikan

903227_10151412317447913_189376718_o

Gambar 3. Sesi sidang pleno

mawar-biru

Gambar 4. Selepas Duha,, tilawah bersama

901987_10151412315227913_1992185115_o

Gambar 4. Ketum dan Waketum demisioner dan baru

(kiri ke kanan : Budi Yoko / Waketum Baru, Asep Sahidin / Ketum Baru,                                Muhammad Nizar / Ketum demisioner, Syarizal Koem / waketum demisioner)

 

 

HUJAN, FUNGI, DAN IBU


Hujan yang mengamuk.

Langkah kaki saya tersaruk-saruk menyusuri jalanan komplek. Air semata kaki membuat sarung saya terpaksa saya naikkan meski sebenarnya tetap basah karena cipratan dari langkah kaki yang panjang-panjang dan tergesa. Lepas sholat isya di mushola komplek, hujan mengganas, rapat, dan tetesnya yang besar-besar. Baru rakaat pertama isya tadi mati listrik, maka saat di jalan ini pulalah yang jadi penerang adalah kilat dari petir yang mengamuk. Ngeri.

Hanya karena Fungi.

Endophyte Fungi yaitu fungi yang berasosiasi dalam jaringan tanaman yang tidak menimbulkan kerugaian bagi tanaman sebagai inangnya. Topik penelitian yang sedang saya teliti saat ini. Fungi, selalu tersedia kelapangan hati. Dari 72 isolat fungi yang diperoleh dari eskplorasi sisa 5 isolat karena ada kontaminasi fungi lainnya, Trichoderma. Maka, karena fungi juga penelitian saya harus diulang dari awal.

Pertemuan dengan Ibu.

Ibu datang ke Bogor, tepatnya singgah. Hanya bertemu di Baranangsiang sekitar setengah jam. Selalu saja ada perasaan yang membuncah saat pertemuan itu akan terjadi, dalam perjalanan Dramaga ke Baranangsiang hati saya selalu bergetar, apa ini karena rindu?

Perpustakaan LSI IPB,  April 2013