Ujung penantian


45101_1456769016694_1157413712_31198658_3188990_n

Pantai Menganti, Kebumen. 3 tahun yang lalu.

Disana. Kamu berteriak melawan deburan ombak. Melepaskan bebanmu.

“Kapan kamu merasa rindu, Van?” tanya diriku.

Aku terdiam. Kemudian ku jawab sendiri, “Saat hatiku bergemuruh dan membuncah pada penantian akan sebuah pertemuan ”.

29949_1374212912843_1157413712_30986024_7372229_n3 sekawan di Pantai Menganti, Kebumen.

Tak disangka dari kita bertiga satu per satu penantiannya telah berujung. Selamat untuk Nurokhman yang telah menjadi seorang ayah dari seorang putri kecilnya dan Ipung yang tinggal hitungan minggu menggenapkan dien-nya.

…Barokallohu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fiikhoir….

 

Sahabat dan Es Krim


Perpisahan adalah keniscayaan, maka layaknya es krim nikmati saja sebelum ia benar-benar mencair. #kagak nyambuung.. by the way, ni es krim goreng teraneh yang pernah di lihat.

524632_4917382539453_2054978308_n

Jadi.. nikmati tiap episode lembaran sejarah yang indah bersama sahabatmu.

936115_4715329172395_1035505194_n (1)Sambil nulis, tak persembahkan sebuah lagu dari edcaustic:

SEPOTONG EPISODE

sebuah kisah masa lalu hadir di benakku saat kulihat surau itu
menyibak lembaran masa yang indah bersama sahabatku

sepotong episode masa lalu aku, episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu, merubah arahan langkah di hidupku

setiap sudut surau itu menyimpan kisah, kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan, bersama mencari cahayaMu

PERIHAL MENYAKITI DIRI


 

Bangun pagi kemarin saya baru sadar pas ngaca ada segores luka yang cukup panjang di muka.. kayak bekas cakaran, tepatnya mungkin garukan kali ya.. tapi karena agak dalam.. jadi periiih. Beuhh… bener2 sangar.. heran apa malamnya saya garuknya yang semangat atau mungkin karena kuku panjang ya.

Ini gak terjadi sekali.

Pergelangan tangan kanan saya pernah terasa perih yang tiba-tiba pas mandi, eh, pas dilihat ada yang codet, luka cukup dalam lho, sampe berhari-hari kerasa sakit. Gak tahu penyebabnya apaan. Dan yang paling aneh lagi pernah telunjuk saya luka juga.

Ada yang salah ya? Pas tidur kali? atau pas apapun itu..

Itu sih luka-luka yang saya tidak sadari, nah pas bagian saya sadar saya terluka juga kadang-kadang suka jadi bahan pemikiran, kok bisa berturut-turut..

Kaki nginjek gunting kuku.. ni luka sampe 2 lho di telapak kaki. Tumit agak terkelupas pas kena step motor, jempol ketusuk staples pas buka nasi bungkus. Paling parah adalah saat kerja di laminar air flow (LAF) sewaktu penelitian. Karena semua harus steril, setelah ruangan di UV satu jam. Maka semua alat juga harus steril, termasuk jarum oose untuk menggores. Maka setelah dicelup alkohol saya bakar tu jarum sampe merah bara. Mungkin karena gak fokus jarumnya malah nempel di lengan kiri saya. Ya Allah.. tu pedih banget lho,, luka bakarnya baru terlihat keesokan harinya. Goresan memanjang di lengan kiri, bahaya bener.

Menambah Uang Jajan


Diantara gedung PAU dan LSI IPB, sekitar 1.5 tahun lalu. Melewati selasar PAU dan menyebrangi jalan saya temukan seorang anak usia SD, wajahnya sudah tak tergambar dalam otak saya, lupa.

Ia menghampiri dan bertanya:

“ Aa.. masjid Alhur dimana?” suaranya bening.

“ Oh, lurus terus.. tar belok kiri” ujarku.

“Mau cari botol bekas, dari tadi belum dapat. Buat uang jajan”

Jujur. Saya terenyuh, setidaknya anak tadi tidak sekedar meminta uang jajan sama orang tuanya, tapi mencarinya sendiri meski dengan mengumpulan botol bekas air mineral.

Saya bukan anak keluarga berada, tapi alhamdulillah masih diberikan kecukupan, ya namanya keluarga berkecukupan, artinya ya “cukup” tidak bisa lebih seperti orang lain, tapi itulah semua mesti disyukuri.

Mengenai mencari uang tambahan jajan, beberapa teman saya ada yang cukup kreatif dengan mengumpulkan paku menggunakan magnet dan dijual ke tempat rongsok, membuat layangan terus dijual ke teman sepermainan bahkan berjualan es.

Baik motifnya sekedar mendapat tambahan uang jajan sambil main atau membantu perekonomian keluarga tentunya beberapa teman masa kecil saya ini setidaknya sudah terbiasa mandiri.

Bersama Mewujudkan Harmoni, HIMMPAS IPB


20 April 2013

Nah ini dia agenda di luar kampus, paling senang jika ada agenda yang dilaksanakan di luar kampus. Bertempat di Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia (YAPIPI) Ciomas, Bogor, kami melaksanakan Musyawarah Besar HIMMPAS IPB. Senang, karena tempatnya mirip wisata alam, jadi lumayan buat refresh.

920578_10151412314117913_692250750_o

Gambar 1. Kelompok putra berfoto bersama

902560_10151412311412913_2014029766_o

Gambar 2. Berfoto di tepi kolam ikan

903227_10151412317447913_189376718_o

Gambar 3. Sesi sidang pleno

mawar-biru

Gambar 4. Selepas Duha,, tilawah bersama

901987_10151412315227913_1992185115_o

Gambar 4. Ketum dan Waketum demisioner dan baru

(kiri ke kanan : Budi Yoko / Waketum Baru, Asep Sahidin / Ketum Baru,                                Muhammad Nizar / Ketum demisioner, Syarizal Koem / waketum demisioner)

 

 

HUJAN, FUNGI, DAN IBU


Hujan yang mengamuk.

Langkah kaki saya tersaruk-saruk menyusuri jalanan komplek. Air semata kaki membuat sarung saya terpaksa saya naikkan meski sebenarnya tetap basah karena cipratan dari langkah kaki yang panjang-panjang dan tergesa. Lepas sholat isya di mushola komplek, hujan mengganas, rapat, dan tetesnya yang besar-besar. Baru rakaat pertama isya tadi mati listrik, maka saat di jalan ini pulalah yang jadi penerang adalah kilat dari petir yang mengamuk. Ngeri.

Hanya karena Fungi.

Endophyte Fungi yaitu fungi yang berasosiasi dalam jaringan tanaman yang tidak menimbulkan kerugaian bagi tanaman sebagai inangnya. Topik penelitian yang sedang saya teliti saat ini. Fungi, selalu tersedia kelapangan hati. Dari 72 isolat fungi yang diperoleh dari eskplorasi sisa 5 isolat karena ada kontaminasi fungi lainnya, Trichoderma. Maka, karena fungi juga penelitian saya harus diulang dari awal.

Pertemuan dengan Ibu.

Ibu datang ke Bogor, tepatnya singgah. Hanya bertemu di Baranangsiang sekitar setengah jam. Selalu saja ada perasaan yang membuncah saat pertemuan itu akan terjadi, dalam perjalanan Dramaga ke Baranangsiang hati saya selalu bergetar, apa ini karena rindu?

Perpustakaan LSI IPB,  April 2013

Bintang keempat dan kelima


7 bintang adalah tujuh mahasiswa yang bermukim di puncak kenanga, di sebuah gang sempit. Lika-liku kehidupan mahasiswa yang menawarkan berbagai kisah. Semoga sampai akhirnya nanti, masing-masing akan sampai di puncak kebahagian.

Sebelumnya bisa dibaca di sini

Tidak selamanya kekurangan itu terpaut dengan kesedihan, tapi bagi para bintang kekurangan adalah sumber kekuatan, sumber kehidupan. Menempa diri jauh lebih kuat. Dewasa. Bijak. Mungkin dalam hal kuliah, kami belajar dulu baru ujian, tapi dalam hidup.. kami diuji dulu baru belajar.

Bagi 7 bintang di puncak kenanga: berjualan kue untuk uang makan, menjajakan batik, berburu beasiswa, mengusulkan PKM (program kreatifitas mahasiswa),  freelanch, atau apalah itu adalah salah satu pembelajaran untuk menghemat anggaran atau mungkin menambal anggaran. Menjadikan hidup kami manis. Untuk dikenang. Meski sebenarnya.. mungkin kadang kami ingin seperti mereka.

Bintang keempat

Aku selalu merasa bahwa kehilangan matahari, sang penyambung kehidupan dari tuhan, akan mengubur mimpi untuk bisa kuliah. Tapi tidak. Aku sangat beruntung. Begitupun dengan bintang lain. Di tengah kerlip 7 bintang di puncak kenanga. Bintang keempat hadir memberi warna yang berbeda. Ceria.

Tapi malam itu.. Dalam bening matanya yang berkaca, ia pamit pulang. Tanpa menegaskan kapan akan kembali. Ayah Bintang sakit keras, dan terpaksa cuti. Bintang.. aku mampu belajar tanggung jawab dan baktimu. Semasa penantianmu pada matahari yang gerhana kau putuskan untuk menjadi pelita bagi keluargamu. Subuh itu, ku temukan kamar bintang telah kosong. Ia pergi tengah malam.

Bintang kelima

Bintang, kisah hidupmu serupa dengan kami, nyaris sama denganku. Apa yang lagi yang sedang kau perjuangkan??? Dalam pengembaraanmu itu, bergegaslah mencapai puncak. Yang paling sangat ku tahu, kau adalah orang paling sabar, bintang. Paling setia kawan. Berhentilah, tengok sejenak. Banyak orang mencintaimu.

Nostalgia KKN Karangcegak, Purbalingga JATENG


Karangcegak, 17 Agustus 2010

Tim KKN kami paling banyak, 20 orang dalam 1 desa. Hal itu karena program KKN kami bukan KKN posdaya, tapi KKN PPM (program pemberdayaan masyarakat). Anak-anak pilihan gitu lah *tsaaahh… secara dibiayai sama DIKTI untuk semua program. Tapi jangan ditanya kerjaanya? Beraatt banget,, kami diminta meyakinkan warga untuk menanam singkong sebagai tanaman utama dengan tanaman tumpang sarinya kacang tanah (padahalkan biasanya di lapangan yang terjadi kebalikannya), membuat tepung mokal (tepung dari singkong) dengan produk olahannya plus bagaimana manajemen pemasaran dan analisis usaha, membuat pupuk organik cair dari urine sapi, bikin makanan ternak yang punya daya simpan awet, yang terakhir adalah membuat alat pengering efek rumah kaca untuk mengolah tepung mokal yang bisa dipindah-pindah dan kalau ujan harus bisa difungsikan, gak tanggung-tanggun bikin 2 buah, heuu..

Dengan program tersebut jadi yang direkrut di kkn ini adalah mahasiswa dari jurusan agronomi, hama dan penyakit, ilmu teknologi pangan, ilmu perikanan, produksi ternak, teknik sipil, teknik elektor, teknik pertanian, sosial ekonomi peternakan, agribisnis, dan ilmu manajemen. Lengkap banget, walau hanya untuk program pemberdayaan masyarakat. Hmm..

Nah, kebeneran pas 17 Agustus kami berinisiatif beli seragam batik.

Coba lihat deh, kayak pelayan restoran yak? hahahhaha..


Btik cowok

(dari kiri ke kanan : iman, dimas, opi, krista, evan, hilmi, wawan, marbun, topfan)

Batik kkn

(yang perempuan dari kiri ke kanan: mika, wiwit, azizah, intan, amel, mila, maya, aatika, cunung, dini, “Gebi [lupa namanya,heu]“)


Temen KKN ini yang pasti sekarang udah pada mencar, gak tahu pada kemana, ngilang. Padahal dulu rame banget. Bayangkan 20 ORANG dalam 1 RUMAH!!! Sampe-sampe dibuatin kamar dadakan. Kayak lebah, berdesing dari mulai bangun tidur sampe menjelang tidur.  

Berhubung kami mendominasi (20 orang) sementara yang punya rumah cuman berlima (Bu Lurah, suaminya, anak dan memnantunya, serta cucu) jadi setiap sudut rumah dikuasai kami,hehhe.. mulai dari ruang tamu, ruang tengan, sampe dapur dan kamar mandi,, hahahaha… kecuali kamar pribadi yang punya rumah yaa..

Pokoknya agenda KKN bener-bener berkesan, sekedar info saya KKN telat, berhubung penelitian dulu dan sempat gagal jadi KKN saya mundur tapi hikmahnya saya KKN memang untuk melepas penat, sebab sebelum KKN penelitian saya sudah selesai dan sudah seminar hasil penelitian. Tinggal ujian skripsi dan sidang, jadi tak lama setelah KKN saya wisudawan pertama dari teman2 KKN. Alhamdulillah.. xixixiixi

Pokoknya ni KKN bisa merubah beberapa karakter yang belum terekspresikan. Sebelumnya saya yang lagu bin katrok akhirnya bisa merasakan nge-jam, karokean, dan nongkrong malem-malem di jalan. Ckckckk.. sempat terbawa ke kebiasaan setelah KKN, sampe ditegur sama salah satu teman kost, karena sering pulang malam.

Tapi apapun itu, saya dapat pengalaman berharga dari KKN ini.

Salam hangat untuk kalian dimanapun berada..